Berastagi // Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, Melalui Wakilnya Komando Tarigan, S.P., menghadiri Perayaan Paskah Umat Kristen Tanah Karo Tahun 2026 yang digelar di Open Stage Berastagi, Minggu (19/4/2026)
Paskah berlangsung khidmat dan penuh sukacita nuansa kebersamaan,dengan dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, panitia pelaksana, serta jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Karo.
Serta turut hadir juga Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikeninta br Sitepu, SE, SH, M.Si, Marsda TNI (Purn) Mburak Ginting, Kapolsek Berastagi AKP Henry Tobing, Danramil Berastagi Mayor CKB Vincent Bagun, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Karo Gelora Fajar Purba, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para pendeta, pastor, serta undangan lainnya.
Perayaan Paskah bersama sebagai wujud persatuan umat Kristen sekaligus menjadi simbol kemenangan atas maut serta membawa harapan dan pembaharuan bagi kehidupan umat percaya.
Hal ini disampaikan Bupati Karo yang dibacakan oleh Wabup Komando Tarigan S.P, mengatakan bahwa apresiasi setinggi tingginya kepada panitia atas terselenggaranya perayaan terpenting dalam keiman umat Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
Gebyar Akbar menjadi saksi momentum untuk mempererat hubungan persaudaraan, memperkuat ikatan kebersamaan serangkai membangun sinergi di tengah masyarakat Karo,”ucapnya
Pemerintah juga mengajak seluruh jemaat untuk menebarkan nilai-nilai kasih, damai, serta kepedulian terhadap sesama dalam lingkungan masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan iklim dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, pungkasnya
Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari yang diawali dengan konvoi kendaraan Paskah pada Sabtu (18/4/2026), dilanjutkan dengan seminar serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada Minggu (19/4/2026).
Paskah diharapkan meningkatkan semangat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antar umat beragama terus terjaga dengan kebersamaan ini Kabupaten Karo akan semakin nyata dapat mewujudkan kehidupan sejahtera yang berlelanjutan.
(Ebenezer Tarigan)


























