Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”

ANALISA NEWS

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 - 15:11 WIB

50172 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh – Agus Suriadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPW FANST respon Provinsi Aceh merespons tegas seruan Counter Polri Nusantara, organisasi yang dinahkodai oleh Agus Flores, terkait pemberantasan mafia illegal logging yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama bencana hidrometeorologi tahun 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam pernyataannya, Sekjen DPW FANST respon Aceh menegaskan bahwa kejahatan lingkungan berupa pembalakan liar tidak lagi bisa ditoleransi, karena telah berdampak langsung pada keselamatan rakyat. Banjir bandang, longsor, dan rusaknya daerah aliran sungai (DAS) yang terjadi secara masif dinilai sebagai buah dari pembiaran kejahatan hutan yang berlangsung bertahun-tahun.

“Kami sejalan dengan pernyataan tegas Counter Polri Nusantara dan Agus Flores. Tangkap dan sikat habis mafia illegal logging di Aceh tanpa kecuali. Siapa pun dia—oknum pengusaha, aparat, atau pihak yang membekingi—harus diproses hukum,” tegas Sekjen DPW FANST respon Aceh.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi 2025 bukan sekadar musibah alam, melainkan bencana ekologis akibat ulah manusia. Hutan gundul, perbukitan dirusak, dan kawasan lindung dijarah demi keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat kecil menjadi korban saat banjir dan longsor menghantam permukiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekjen FANST respon Aceh juga mendesak Polri, KLHK, dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi menangkap aktor intelektual dan cukong besar di balik praktik illegal logging lintas provinsi yang diduga terorganisir.

“Jangan lagi rakyat dikorbankan. Aceh, Sumut, dan Sumbar hari ini menangis karena keserakahan. Penegakan hukum harus tegas, terbuka, dan menyentuh aktor utama, bukan sandiwara penangkapan kelas teri,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila kejahatan lingkungan terus dibiarkan, maka bencana akan berulang setiap tahun, dan negara dinilai gagal melindungi warganya. FANST respon Aceh menyatakan siap mengawal, melaporkan, dan membuka data lapangan terkait aktivitas illegal logging yang diduga masih berlangsung di sejumlah wilayah rawan.

Di akhir pernyataan, Sekjen DPW FANST respon Aceh mengingatkan bahwa keadilan ekologis adalah bagian dari keadilan sosial, dan negara tidak boleh kalah oleh mafia hutan.

“Ini bukan sekadar soal hutan, tapi soal nyawa manusia. Hentikan illegal logging sekarang juga, atau bencana akan terus menjadi warisan kelam bagi generasi mendatang,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Pembuatan Parit di Desa Peuniti Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Kualitas Pekerjaan

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 02:46 WIB

Kapolda Apresiasi Pemkab Aceh Tenggara: Daerah Pertama Turunkan Status Darurat Bencana

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:27 WIB

Demo LSM di Depan Mapolda Aceh Dinilai Sarat Kepentingan Gelap, Ketua Pajri Gegoh Beri Peringatan Keras

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:11 WIB

Gerak Cepat Polres Aceh Tenggara, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Personel Kurve Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Bambel

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:40 WIB

Program PIP ( program Indonesia pintar )usulan dari Bpk Teuku Riefky Harsya yg merupakan mentri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia telah terealisasi dikabupaten Aceh Tenggara kepada anak murid SD SMP SMA/SMK.

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:11 WIB

Wakil Pimpinan Redaksi Analisa News, Edi Sahputra, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Sutra Efendi bin Tak Tun

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:02 WIB

Ketua DPW LSM Korek Aceh tenggara Irwansah Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Sutra Efendi bin Tak Tun

Sabtu, 3 Januari 2026 - 03:34 WIB

Setiap Musim Hujan, Jalan Nasional di Desa Kuning I Kembali Terendam, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Atasi Banjir Tahunan

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:25 WIB

UGL Aceh Raih Dua Sertifikasi ISO Internasional Sekaligus, Tegaskan Komitmen Mutu dan Daya Saing Global

Berita Terbaru