ACEH TENGGARA (18 Maret 2026) – Pemerintah Provinsi Aceh bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Muzakir Manaf dalam memberikan pelayanan bagi warga disabilitas. Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, melakukan kunjungan langsung ke rumah Muhammad Alparo, seorang anak penyandang disabilitas di Desa Kuta Lingga, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu sore (18/03/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak aksesibilitas bagi kelompok rentan. Fokus utama kehadiran tim Dinsos Aceh adalah untuk memulai proses pembuatan alat bantu gerak (prostetik) berupa kaki dan tangan palsu bagi Alparo.
Langkah ini bermula dari instruksi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang disampaikan melalui Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, via panggilan video pada 16 Maret lalu. Menanggapi perintah tersebut, koordinasi dilakukan secara intensif hingga Kadis Sosial turun langsung ke lapangan hanya dalam waktu dua hari.

”Kami hadir di sini untuk mengeksekusi langsung arahan Bapak Gubernur. Proses pembuatan kaki dan tangan palsu untuk Ananda Muhammad Alparo akan segera kami proses agar ia bisa kembali beraktivitas dengan lebih mandiri dan percaya diri,” tegas Budi Afrizal saat meninjau kondisi Alparo pada pukul 16.25 WIB.
Selain memastikan proses pembuatan prostetik, Budi Afrizal juga menyerahkan bantuan sosial lainnya kepada Muhammad Alparo dan keluarganya. Langkah ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah Aceh terhadap kesejahteraan warga, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Haru dan syukur menyelimuti kediaman Alparo. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Muzakir Manaf, Yahdi Hasan, dan jajaran Dinas Sosial Aceh atas respon yang sangat cepat dan perhatian yang menyentuh langsung kebutuhan mereka.
Langkah responsif ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dalam memastikan bahwa pelayanan negara hadir hingga ke pelosok desa, memastikan tidak ada warga—terutama penyandang disabilitas—yang merasa sendirian dalam menghadapi keterbatasan.
SF





























