Pemkab Aceh Tenggara Prioritaskan Infrastruktur Pascabencana, Pendidikan, dan Pengentasan Kemiskinan dalam RKPK 2027

ANALISA NEWS

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 22:37 WIB

50415 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane ( 14/4/2026 )– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara memprioritaskan penanganan infrastruktur pascabencana, peningkatan mutu pendidikan, dan pengentasan kemiskinan dalam Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027.

​Wakil Bupati Aceh Tenggara saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPK 2027 di Kutacane, Selasa, menyatakan bahwa pemulihan infrastruktur akibat banjir hidrometeorologi menjadi urgensi utama dalam arah kebijakan daerah.

​”Pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Kita tidak hanya membutuhkan respons cepat, tetapi juga strategi yang konkret dan berkelanjutan,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang di Oproom Setdakab Aceh Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Selain infrastruktur fisik, Wabup menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan. Ia menginstruksikan pemenuhan tenaga pendidik yang profesional serta penyediaan sarana prasarana sekolah yang memadai di seluruh wilayah kabupaten.

​Terkait isu sosial, Pemkab Aceh Tenggara menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan yang lebih inovatif dan akuntabel. “Kita perlu merumuskan langkah-langkah inovatif dengan pendekatan yang terukur dan transparan agar tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Tenggara, Syahrul Desky, mengakui bahwa rentetan bencana banjir hidrometeorologi baru-baru ini berdampak signifikan terhadap skema program yang telah disusun sebelumnya.
​Syahrul menjelaskan, pemerintah daerah telah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) untuk memetakan total kerugian dan kebutuhan anggaran pemulihan.

​”Pembangunan infrastruktur menjadi fokus karena banyak fasilitas rusak berat. Upaya pemulihan akan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tahun 2027 hingga berlanjut ke tahun 2028,” kata Syahrul.
​Musrenbang ini diharapkan menjadi sarana penjaringan aspirasi masyarakat untuk memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dan berkelanjutan.
​Agenda tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Kepala BPS, Kepala Kantor Kemenag, serta jajaran pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

IDI Aceh Tenggara Tekankan Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan bagi Dokter melalui Workshop Medikolegal dan Forensik
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan
Mengaku Membela Kepentingan Warga, Pelapor Justru Dituding Membawa Agenda Pribadi
Kepala BKPSDM Aceh Tenggara Buka Suara Soal Isu PPPK Paruh Waktu “Siluman”, Minta Bukti Disampaikan Secara Resmi
Pegiat LIRA Aceh Tenggara Soroti Penutupan 76 Dapur SPPG di Aceh, Minta Dugaan Jual Beli Titik Diusut
Tiga Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Sabu dan Alat Hisap Disita
Ketua LSM Tipikor Aceh Tenggara Apresiasi Upaya Satnarkoba Polres dalam Pencegahan Peredaran Sabu
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Perkuat Perang Melawan Sabu, Peran Masyarakat Dinilai Sangat Menentukan

Berita Terkait

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:11 WIB

China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Berita Terbaru