BANDUNG, ANALISANEWS.ID||Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) III/Siliwangi, Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto, menekankan pentingnya peran santri sebagai pilar penjaga toleransi dan benteng penangkal paham radikalisme. Hal tersebut disampaikannya usai menutup secara resmi kegiatan perdana Siliwangi Santri Camp (SSC) di Markas Komando Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung.
Sesuai dengan amanat Panglima Kodam III Siliwangi, Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto meminta agar materi dan pengalaman yang didapat para peserta selama tiga hari pelatihan dapat diaplikasikan secara nyata.
”Apa yang dibekalkan selama tiga hari ini tentunya bisa diimplementasikan di lingkungannya masing-masing. Mereka harus lebih tangguh, lebih responsif terhadap ancaman dan kekurangan di masyarakat. Jadi, mereka harus lebih peduli terhadap masyarakat,” ujar Bagus kepada awak media usai upacara penutupan.
Secara khusus, Danrindam menyoroti bahaya ajaran radikal dan intoleransi yang dapat mengoyak ketenteraman hidup berbangsa. Ia mengingatkan agar para santri, dan masyarakat pada umumnya, tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi provokatif.
”Ajaran-ajaran radikal itu mengganggu ketenteraman, mengganggu toleransi beragama. Kita jangan sampai dengan mudah diadu domba oleh provokator-provokator. Kita harus solid,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jenderal bintang satu ini menegaskan bahwa keberagaman agama di Indonesia harus dirawat dengan kejernihan berpikir. “Apabila kita diadu, dibuat berita yang saling mengadu domba antaragama, kita harus berpikir lebih jernih dan bisa menghadapi itu dengan tenang dan nyaman,” kata Bagus menambahkan.
Evaluasi dan Penambahan Durasi
Penyelenggaraan Siliwangi Santri Camp yang baru pertama kali digelar ini rupanya mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Banyak santri yang berharap agar kegiatan pembinaan karakter dan kebangsaan ini dapat diperpanjang durasinya pada masa mendatang.
“Sesuai dengan permintaan mereka, mereka juga minta ini diadakan lebih lama dan lebih intensif. Nanti ke depan kita pasti trial and error, kita evaluasi apa yang kurang, nanti kita tambah waktunya dan tambah secara kualitasnya,” ucap Danrindam.
Meski demikian, terkait kepastian jadwal pelaksanaan SSC berikutnya—apakah akan digelar dalam beberapa bulan ke depan atau tahun depan—Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto menyatakan masih menanti instruksi komando atas.
”Kita menunggu perintah dari pimpinan kalau (untuk jadwal) itu,” ujarnya memungkasi.
Penutupan ini bukan sekadar akhir kegiatan, melainkan momentum strategis pemberdayaan santri dalam ketahanan pangan dan inklusi keuangan.
Semoga Program Siliwangi Santri Camp 2026 yang mendapatkan dukungan penuh dari Pangdam III Siliwangi,Mayjen TNI Kosasih S.E, yang juga di cintai oleh Para Santri dengan Panggilan Jenderal Santri
Sekretaris Panitia sekaligus Koordinator Media dan Logistik SSC 2026, Dr. Sulhan, S.Pd., S.H., M.Si., M.Kn., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak pendukung, termasuk media dan sponsor yang mendampingi sejak hari pertama. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, panitia menyerahkan 1.500 paket bantuan. Paket tersebut dibagikan kepada 1.000 santri peserta, 115 pendamping, serta rekan-rekan media.
“Di dalam paket ada gula dan teh dari sponsor, sarung dari Pangdam III/Siliwangi, hand sanitizer, serta bibit tanaman dari Kementerian Pertanian,” ujar Sulhan di sela-sela penutupan.
Sulhan menegaskan, SSC 2026 memiliki visi jangka panjang. Pesantren-pesantren peserta akan terus didampingi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan kemandirian ketahanan pangan. Tak hanya itu, sinergi dengan perbankan juga sudah terjalin. Bank Artha Graha siap memberikan dukungan permodalan dan fasilitas keuangan. “Langkah awal yang kami lakukan adalah membuka rekening tabungan bagi 1.000 santri yang hadir hari ini,” tegas Sulhan.

Dewi Kasmara, Branch Director Bank Artha Graha Asia Afrika Bandung, menyatakan kebanggaannya bisa terlibat dalam kegiatan kepemudaan pertama ini. “Kami dari Artha Graha Network, melalui Bank Artha Graha, GulaVit, Electronic City, Takokak, dan Artha Graha Peduli, sangat bangga mendukung Siliwangi Santri Camp 2026. Para santri adalah generasi penerus bangsa yang harus kita dukung,” kata Dewi.
Karena banyak santri masih di bawah umur dan belum memiliki KTP, proses pembukaan rekening akan dipermudah dengan diwakilkan oleh orang tua atau wali. Nantinya, rekening tersebut akan dilengkapi kartu ATM yang sekaligus berfungsi sebagai kartu anggota. Bank Artha Graha bahkan akan menerapkan sistem “jemput bola” dengan mendatangi langsung 26 pesantren yang mengirimkan perwakilannya ke SSC 2026. “Ini baru tahap awal. Kami siap merintis dari nol dan berkolaborasi langsung di lapangan,” pungkas Dewi.
Penutupan SSC 2026 dilakukan secara resmi oleh Danrindam III/Siliwangi, menandai suksesnya kolaborasi TNI, pesantren, pemerintah, dan swasta dalam membentuk karakter serta kemandirian generasi muda Jawa Barat. **Ipung

























