BANDUNG, Analisanews.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (DPD Hanura) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat melakukan penataan internal guna menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2029. Sebagai langkah awal, Hanura Jabar menggelar acara Silaturahmi, Konsolidasi, dan Orientasi Calon Pengurus DPD Hanura Jabar di Kantor DPD Hanura Jabar, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 118, Kota Bandung, Jumat (29/5/2026).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD Hanura Jabar, Dian Rahadian, serta dihadiri oleh jajaran calon pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ketua ormas, tokoh pergerakan, praktisi koperasi, hingga mantan kader partai lain yang memilih bergabung dengan Hanura.
Dalam sambutannya, Dian Rahadian secara terbuka mengakui tantangan besar yang saat ini dihadapi oleh Hanura Jabar, khususnya terkait minimnya perolehan kursi legislatif dan keterbatasan kader berkapasitas ideal. Saat ini, Hanura Jabar baru memiliki 4 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) aktif, dengan rincian perolehan 2 kursi di DPRD Purwakarta dan 1 kursi di DPRD Cirebon.

“Dorong dulu 4 DPC ini untuk segera konsolidasi. Lebih baik pengurus di daerah masing-masing segera bergerak agar bendera Hanura berkibar, meskipun sederhana. Setelah 27 DPC terbentuk, kita akan lanjutkan dengan rapat kerja daerah sekaligus mempersiapkan struktur DPD dan BPJ,” ujar Dian.
Lebih lanjut, Dian menegaskan bahwa DPD Hanura Jabar akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk tingkat kecamatan. Menyadari Jawa Barat memiliki wilayah yang luas dengan 627 kecamatan, Hanura menargetkan seluruh struktur hingga tingkat terbawah dapat terisi penuh dalam waktu dekat.
Di lokasi yang sama, Sekretaris DPD Hanura Jabar, Budi Hermawan, menekankan pentingnya kesiapan administrasi mengingat tahapan verifikasi partai politik oleh KPU akan dimulai pada tahun 2027. DPD Hanura Jabar berkomitmen menyelesaikan konsolidasi struktur dan SK kepengurusan baru jauh sebelum tahapan tersebut dimulai.
“Target kami akhir tahun 2026 Hanura secara nasional sudah bisa mengumumkan lolos sebagai peserta pemilu. Jawa Barat menjadi kunci karena memiliki 36 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 120 kursi DPRD provinsi. Suara Jabar sangat menentukan suara nasional,” jelas Budi.

Budi juga menambahkan bahwa proses orientasi ini sekaligus menjadi momentum penyelarasan bagi para calon pengurus yang memiliki pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi.
Dengan komposisi kepengurusan baru yang lebih inklusif dan beragam, Hanura Jabar optimis mampu menggenjot perolehan suara pada pemilu mendatang. Partai ini membidik penguatan basis massa di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, demi mengulang kejayaan masa lalu di mana Hanura pernah sukses mengirimkan 4 wakilnya ke DPR RI dari daerah pemilihan Jabar.**





























