Deli Serdang – Aksi unjuk rasa yang dilakukan pemuda Desa Dalu 10A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, berlangsung pada Jumat (5/7/2026) siang. Puluhan pemuda berkumpul di lapangan desa, menyuarakan tuntutan seputar keberpihakan peluang kerja dan keterbukaan informasi lowongan di wilayah mereka. Dalam orasi yang disampaikan, para pemuda menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk vandalisme, melainkan gerakan menuntut keadilan yang selama ini mereka rasa mulai memudar di tempat kelahiran sendiri.
Aksi tersebut dipicu keresahan pemuda akan sulitnya mendapatkan pekerjaan di desa sendiri. Padahal, sejumlah usaha dan industri terus tumbuh di kawasan sekitar Desa Dalu 10A. Namun, menurut mereka, akses menuju peluang kerja lokal justru dirasa diskriminatif. Pemuda setempat mengaku seringkali hanya menjadi penonton ketika lapangan kerja dibuka, sedangkan prioritas penerimaan justru diberikan pada pihak luar desa.
Layaknya suara hati pemuda, tuntutan mereka disampaikan secara lugas. Pertama, mereka meminta transparansi informasi mengenai setiap pembukaan lowongan kerja di kawasan Desa Dalu 10A maupun di perusahaan sekitar. Setiap informasi tersebut harus diumumkan secara terbuka, dengan keutamaan bagi warga setempat. Pemuda menilai, selama ini akses terkait informasi pekerjaan seolah tertutup dan hanya diketahui segelintir orang saja.
Selain keterbukaan informasi, mereka juga menuntut adanya kebijakan prioritas bagi warga lokal. Pemuda meminta pemerintah desa dan para pengelola usaha memberikan kuota khusus penerimaan kerja bagi warga Desa Dalu 10A. Dorongan ini lahir dari keinginan kuat agar masyarakat desa sendiri mendapat kesempatan untuk bekerja dan berkembang di lingkungan mereka.
Tuntutan berikutnya adalah soal pelatihan kerja. Para orator menegaskan, jika kendala selama ini adalah soal keterampilan, maka mereka menuntut pemerintah desa agar segera menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Mereka berharap pelatihan ini dapat mempersiapkan pemuda Dalu 10A untuk bersaing secara profesional, sehingga alasan kurangnya kompetensi tidak lagi menjadi hambatan.
Aksi damai ini menjadi momentum suara pemuda Dalu 10A yang ingin menunjukkan bahwa mereka punya semangat, tenaga, dan harapan untuk hidup sejahtera di tanah kelahiran sendiri. Mereka menolak jika harus terus merantau meninggalkan keluarga hanya karena tidak ada akses kerja di daerah sendiri. Dengan orasi yang mengedepankan hak dan keadilan sosial, para pemuda berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mendengarkan dan mewujudkan tuntutan mereka.
Tidak hanya berhenti pada aksi orasi, pemuda juga mengancam akan membawa isu ini ke tingkatan yang lebih tinggi jika tak kunjung ada respon konkret. Mereka menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemuda, pemerintah desa, dan pelaku usaha, guna merancang masa depan Desa Dalu 10A yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Sampai berita ini diturunkan, aksi berlangsung tertib dan aparat keamanan berjaga untuk mengawal proses penyampaian aspirasi. Pemuda berharap langkah mereka menjadi awal perubahan nyata di Desa Dalu 10A, khususnya dalam hal prioritas lapangan pekerjaan untuk pemuda lokal.
Kepala Biro : Analisa News Deli Serdang
( DEDEK PRAYOGA )

































