Kutacane – Analisa News — Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kati Maju dengan Desa Uning Abadi, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres signifikan.
Memasuki tahapan paling krusial, personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat bergotong royong melakukan pemasangan dan penguncian tali sling baja sebagai penyangga utama konstruksi jembatan, Sabtu (11/7/2026).
Pekerjaan pemasangan sling merupakan salah satu tahapan terpenting dalam pembangunan jembatan gantung.
Tahap ini menentukan kekuatan, keseimbangan, dan keamanan konstruksi secara keseluruhan sebelum pekerjaan dilanjutkan pada pemasangan rangka lantai, papan lantai, pagar pengaman, hingga tahap penyelesaian akhir.
Sejak pagi hari, personel TNI bersama warga telah berada di lokasi pembangunan. Dengan peralatan yang tersedia, mereka bekerja secara bergotong royong menarik, membentangkan, memasang, hingga mengunci tali sling baja dari kedua sisi jembatan.
Setiap tahapan dilakukan secara teliti untuk memastikan posisi sling benar-benar presisi sehingga mampu menopang beban jembatan saat nantinya digunakan masyarakat.
Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat di lokasi pembangunan. Personel Babinsa membaur bersama masyarakat tanpa mengenal lelah.
Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali ditunjukkan dalam pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah pedalaman Kecamatan Ketambe.
Babinsa Desa Kati Maju, Serka Mulyono, mengatakan pemasangan tali sling merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi karena menjadi penopang utama seluruh konstruksi jembatan.
“Hari ini kami fokus pada pemasangan sekaligus penguncian tali sling baja.Ini merupakan tahapan paling penting karena sling akan menjadi penyangga utama seluruh konstruksi jembatan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar hasilnya benar-benar kuat, aman, dan sesuai standar.
Dengan mulai terpasangnya sling, kami optimistis progres pembangunan akan semakin cepat hingga selesai sesuai target,” ujarnya.

Menurut Serka Mulyono, pembangunan Jembatan Gantung Perintis bukan sekadar membangun sarana penyeberangan, tetapi menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Kati Maju dan Desa Uning Abadi harus menghadapi kesulitan ketika melintasi sungai, terutama saat musim hujan.
Meningkatnya debit air sering kali membuat aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari perjalanan menuju sekolah, akses pelayanan kesehatan, hingga pengangkutan hasil pertanian.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat nantinya akan memperoleh akses yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Mobilitas warga akan meningkat, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, serta aktivitas ekonomi di kedua desa diharapkan semakin berkembang.
Selain memberikan manfaat ekonomi, keberadaan jembatan juga diyakini akan mendukung peningkatan pelayanan publik. Anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan menuju tempat belajar, masyarakat lebih mudah memperoleh layanan kesehatan, sementara hubungan sosial antarwarga kedua desa akan semakin erat.
Keterlibatan Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan menjadi wujud nyata komitmen Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan.
Kehadiran TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif membantu pemerintah dan masyarakat mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Kecamatan Ketambe diharapkan dapat segera diselesaikan.
Setelah rampung, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Desa Kati Maju dan Desa Uning Abadi, memperlancar aktivitas masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
( RED )

































