Kutacane – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman kembali dibuktikan melalui pembangunan jembatan gantung perintis sepanjang 248 meter yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Hingga Minggu (12/7/2026), progres pembangunan telah mencapai 83 persen. Saat ini, personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat terus mempercepat pekerjaan dengan memasuki tahap pemasangan papan lantai jembatan, yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses penyelesaian akhir.

Jembatan gantung tersebut merupakan jembatan gantung perintis terpanjang yang pernah dibangun di Kabupaten Aceh Tenggara.
Kehadirannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang aman, cepat, dan layak, terutama bagi warga yang selama ini harus menempuh jalur yang sulit dan berisiko untuk menghubungkan kedua kecamatan.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat.
Semangat kebersamaan terlihat setiap hari di lokasi pekerjaan, mulai dari proses pembangunan pondasi, pemasangan kabel utama, perakitan rangka baja, hingga kini memasuki tahap pemasangan lantai jembatan.
Komandan Kodim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus mendukung program percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung, tetapi juga menjadi infrastruktur strategis yang akan membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.
“Jembatan ini dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kami berharap kehadirannya dapat mempermudah aktivitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempersingkat waktu tempuh, serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat terus bekerja maksimal agar pembangunan dapat selesai sesuai target tanpa mengurangi kualitas konstruksi.
Faktor keselamatan kerja dan mutu bangunan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan.
Keberhasilan pembangunan yang telah mencapai 83 persen menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat.
Dukungan warga sekitar dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat proses pembangunan hingga memasuki tahap akhir.
Selama bertahun-tahun masyarakat di kedua wilayah mengharapkan adanya akses penghubung yang lebih memadai. Dengan rampungnya jembatan gantung sepanjang 248 meter tersebut nantinya, mobilitas warga dipastikan akan jauh lebih mudah, baik untuk aktivitas pertanian, perdagangan, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, keberadaan jembatan ini juga diyakini akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil bumi, serta memperkuat hubungan sosial masyarakat di Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah.
Kodim 0108/Aceh Tenggara menargetkan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga masyarakat segera dapat memanfaatkan jembatan yang menjadi simbol semangat gotong royong, kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta komitmen bersama dalam membangun Aceh Tenggara yang semakin maju.
( RED )

































