Yahdi Hasan Desak Polisi Usut Tuntas Dalang Pengeroyokan Faisal Amsco di Polda Metro Jaya

ANALISA NEWS

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 18:10 WIB

50157 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Desakan keras agar kepolisian bertindak tegas dalam mengusut kasus pengeroyokan terhadap Faisal Amsco di lingkungan Polda Metro Jaya terus menguat, terutama setelah Sekretaris Komisi VII DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, menyuarakan tuntutan agar dalang di balik aksi brutal tersebut segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap. Insiden yang terjadi pada Rabu siang (26/3/2026) itu tidak hanya mengguncang rasa aman masyarakat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas institusi kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayahnya sendiri.

Peristiwa bermula ketika Faisal Amsco, bersama rekan dan kuasa hukumnya, menghadiri agenda konfrontir di lantai dua Unit Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Di tengah proses hukum yang seharusnya berjalan tertib, Faisal tiba-tiba diserang oleh lebih dari 20 orang yang diduga telah menunggu di lokasi. Kelompok tersebut diperkirakan merupakan preman suruhan seorang oknum pengusaha berinisial FA. Aksi kekerasan ini terjadi di salah satu objek vital kepolisian, menambah ironi dan keprihatinan publik.

Yahdi Hasan menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik kekerasan, apalagi di dalam institusi penegak hukum. Ia menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan agar kepercayaan publik tidak runtuh. “Kami tidak akan tinggal diam jika ada upaya pelembutan kasus ini. Hukum harus ditegakkan,” ujarnya. Pernyataan Yahdi Hasan ini mencerminkan keresahan masyarakat luas yang menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus-kasus kekerasan, terutama yang terjadi di lingkungan institusi negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengeroyokan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Lokasi kejadian yang berada di dalam area Polda Metro Jaya, tempat masyarakat seharusnya merasa aman dan terlindungi, justru menjadi saksi bisu atas lemahnya pengawasan dan pengamanan internal. Keberanian para pelaku untuk melakukan aksi kekerasan di jantung institusi kepolisian menandakan adanya persoalan serius yang harus segera dibenahi, baik dari sisi pengamanan maupun integritas aparat.

Dampak dari insiden ini tidak hanya dirasakan oleh korban dan keluarganya, tetapi juga oleh masyarakat luas. Rasa aman yang selama ini diharapkan dari institusi kepolisian kini dipertanyakan. Masyarakat menuntut agar kepolisian tidak hanya menangkap para pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap dan menindak tegas dalang di balik aksi pengeroyokan tersebut. Desakan agar investigasi dilakukan secara transparan dan akuntabel terus menguat, seiring dengan kekhawatiran akan adanya upaya pelembutan atau pengaburan kasus.

Kasus pengeroyokan Faisal Amsco menjadi ujian berat bagi institusi kepolisian dalam menjaga marwah dan kepercayaan publik. Penanganan yang tegas, transparan, dan akuntabel menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Jika tidak, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terulang dan semakin menggerus keyakinan publik terhadap supremasi hukum di negeri ini. Masyarakat kini menanti langkah nyata dari kepolisian, bukan sekadar janji, untuk memastikan bahwa hukum benar-benar berdiri tegak di atas semua kepentingan.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
SK Fungsional Terbit Setelah Dilantik Jadi Irban, Pengangkatan Abdullah di Inspektorat Aceh Disorot Pengamat Hukum
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Serentak di 36 Kota, POGI Aceh dan Pegadaian Gelar Merdeka Stunting 2026
Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:17 WIB

HUT Golkar ke-62, Ketua DPD II Aceh Tenggara Sebut, Golkar Harus Dirasakan Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Kapolres Aceh Tenggara diwakili oleh Wakapolres Bersama Forkopimda Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PGRI Periode 2024–2029

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Pemulihan Pascabencana di Aceh Tenggara, PRR Pusat Pinjamkan 18 Unit Alat Berat dan Delapan Dump Truck

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Dispora Aceh Salurkan Bantuan Olahraga ke SMA/SMK di Aceh Tenggara*

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Sambut Hari Humas Polri ke-75, Polres Aceh Tenggara Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:13 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Berita Terbaru