Kutacane — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa istimewa di Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Rema, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Senin (17/8/2026). Selain menggelar upacara bendera, para santri turut menampilkan beragam kesenian daerah dan atraksi silat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya serta tanah air.
Upacara tersebut diwarnai penampilan tari adat Alas, tari adat Gayo, tari adat Batak, dan tari adat Aceh, serta atraksi silat yang mendapat perhatian para peserta.
Bertindak sebagai pembina upacara, Al Ustadz Hendra Siregar menyampaikan amanat mengenai besarnya peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dalam amanatnya, Hendra Siregar menegaskan bahwa perjuangan ulama dan santri memiliki kontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan kolonial Belanda.
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak berhenti pada masa perjuangan kemerdekaan. Hingga saat ini, banyak ulama dan santri yang turut mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk mengabdi di berbagai instansi pemerintahan.
“Santri bukan hanya belajar mengaji, menghafal Al-Qur’an dan membaca kitab kuning. Santri juga harus memahami pendidikan kewarganegaraan agar tumbuh rasa cinta terhadap tanah air,” ujar Hendra Siregar dalam amanatnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma negatif terhadap pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
“Pesantren bukan sarang teroris. Pesantren justru menjadi salah satu tempat yang ikut menjaga negeri ini, membangun akhlak generasi muda, serta memperkuat persatuan dan kesatuan anak bangsa,” tegasnya.
Ia berharap para santri dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap Indonesia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Sementara itu, kegiatan upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Penampilan seni budaya dari berbagai daerah juga menunjukkan kuatnya keberagaman yang hidup di lingkungan Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Rema.
Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Rema dipimpin oleh Al Ustadz Asy’ari Alhafidz, S.Pd.I. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda dan kalangan pesantren.
Dari Pondok Pesantren Raudhatusshalihin Rema untuk negeri: kuat dalam iman, luas dalam ilmu, cinta budaya, dan teguh menjaga persatuan Indonesia.
( TIM )


































