Pemkot Bandung Salurkan Bantuan untuk 1.832 Keluarga Rentan Pangan dan Risiko Stunting

REDAKSI PROV. JAWA BARAT

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 17:43 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

analisaNews.id

Pemerintah Kota Bandung mulaimenyalurkan bantuan pangan melalui Program Bantuan Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Risiko Stunting (Pangersa). Program ini menyasar 1.832 keluarga di 12 kecamatan dan 16 kelurahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Presiden melalui para menterinya sudah memberikan perintah kepada pemerintah daerah agar menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, ujar Farhan di Gedung Serba Guna RW.03, Jalan Sarirasa 8 Blok 5, Kel. Sarijadi, Kec. Sukasari, pada Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan pangan tidak memiliki batas. Karena itu, pemerintah perlu menyesuaikan pemberian bantuan dengan kemampuan yang tersedia sekaligus memastikan penerima manfaat merupakan kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Farhan menyebutkan, penyaluran Pengersa dilakukan bersama perangkat daerah, pemerintah kewilayahan, puskesmas, hingga pengurus di tingkat kecamatan, kelurahan dan RW.

Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menyalurkan bantuan pangan,katanya.

Berbeda dengan bantuan yang hanya berupa uang tunai atau bahan pangan pokok tertentu, Pangersa memberikan sejumlah bahan makanan hasil pertanian. Bantuan tersebut antara lain beras, ikan, daging ayam, telur dan sayuran.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, Pangersa merupakan bentuk kehadiran pemerintah kota bandung untuk memastikan kelompok rentan memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, aman dan terjangkau.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi angka kemiskinan, penanganan kerawanan pangan, dan pencegahan stunting, kata Gin Gin.

Menurutnya, Pangersa tidak hanya berorientasi pada pemenuhan pangan, tetapi juga memiliki aspek edukasi mengenai pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kota Bandung.

Peta tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan wilayah yang memiliki kerentanan pangan dan risiko stunting.

Adapun sasaran program terdiri dari keluarga yang mengalami kerawanan pangan serta keluarga dengan balita yang berisiko stunting.

Penerima diprioritaskan dari masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4 dan belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk keluarga berisiko stunting, sasaran diberikan kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS).

Penetapan penerima dilakukan secara terarah dan berbasis data yang kemudian dilakukan verifikasi dan validasi oleh kewilayahan agar bantuan tepat sasaran, ujar Gin Gin.

Dari total 1.832 penerima manfaat, sebanyak 1.232 merupakan keluarga rawan pangan dan 600 keluarga dengan balita berisiko stunting.

Bantuan yang diberikan terdiri dari beras sebanyak 5 kilogram, ikan sebanyak 6-8 ekor atau sekitar 1 kilogram, satu ekor ayam dengan berat sekitar 0,9-1 kilogram, telur ayam sebanyak 15 butir atau sekitar 1 kilogram, serta sayuran.

Gin Gin memastikan seluruh pangan yang disalurkan telah melalui pemeriksaan keamanan dan kelayakan pangan sebelum diberikan kepada masyarakat.

Pemeriksaan keamanan pangan dilakukan oleh bidang terkait pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, katanya.

Program Pangersa juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung dalam memperkuat pencegahan stunting.

Pemerintah menilai persoalan kerawanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan yang cukup, aman dan bergizi.

“Sumber” Diskominfo Kota Bandung

 

(Amelia Febryanti)

Berita Terkait

Ketum PIM Akhmad Ikhsan: Prestasi BRIJARBARA SMPN 5 Contoh Kepemimpinan Sejak Dini
Siap Harumkan Nama Kota Bandung: BRIJARBARA SMPN 5 & SMPN 7 Berlaga di Kejurda FORBASI Jawa Barat 2026
Soal Putusan MK 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, PSI Jabar: Jangan Pelintir N.O. Seolah Vonis Gibran Bersalah
APAK Kawal Ketat Program PRAKARSA Rp100 Juta per RW, Tutup Celah Korupsi!
PEDAGANG PASAR CIROYOM TIDAK MENOLAK REVITALISASI WALIKOTA HARUS BERTANGGUNG JAWAB
Wali Kota Bandung Farhan Susah Ditemui , ASSOSIASI Perwakilan Para Pedagang Temui DPRD Provinsi Ono Surono
Pengolahan Sampah Organik Berbasis Wilayah: DLH Kota Bandung Tinjau Rumah Maggot BSF Cibadak Unggul
APAK MEMPERTANYAKAN KINERJA GUBERNUR JAWA BARAT DEDI MULYADI.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Kuasa Hukum Sebut Harga Lelang Tak Wajar, Kasus Gugatan PMH Terus Berlanjut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ardiansyah Saragih Apresiasi Kapolri: Polri Tunjukkan Kinerja Gemilang dalam Pengungkapan 1,1 Ton Sabu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Doa dan Kebersamaan di Sela Rutinitas Puasa Senin-Kamis Masjid Jamik Kebun Bunga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Rutan Tanjung Pura Kembangkan Lahan Adaptif Cuaca

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Tinjau Langsung Pembinaan dan Layanan, Anggota Komisi XIII DPR RI Apresiasi Program Kemandirian Lapas Sibolga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Tinggalkan Paham Radikalisme, Napiter Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Puluhan Hektare Galian C di Cibarusah Disorot, GANAS Minta Legalitas dan Dokumen Lingkungan Diaudit

Berita Terbaru