TANJUNG PURA —
Mengantisipasi tantangan perubahan cuaca dan dinamika alam setempat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Pura merancang kawasan perladangan dan pembudidayaan pangan mandiri secara adaptif dan berkelanjutan.
Inovasi penataan lahan ini menjadi bagian dari terobosan strategis Rutan Tanjung Pura dalam menyokong program ketahanan pangan nasional serta pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, S.H., M.H., menegaskan bahwa kawasan perladangan tersebut dikelola secara optimal oleh warga binaan terampil. Tata guna lahan dirancang sedemikian rupa sehingga saat memasuki musim hujan tinggi, area perladangan dapat dialihfungsikan dengan cepat menjadi area persawahan produktif, memastikan ketersediaan pangan di Rutan tetap terjamin tanpa terpengaruh cuaca.
Pengembangan sektor pangan mandiri ini dikerjakan oleh sepuluh warga binaan yang mendapat pembinaan keahlian khusus. Sektor unggulan yang berjalan mencakup hortikultura tanaman kangkung segar, perikanan air tawar (ikan nila, gurami, lele), hingga peternakan produktif yang mengintegrasikan puluhan ekor kambing, ratusan ayam petelur, serta ratusan bebek Ratu petelur yang berkembang pesat.
Capaian dan kesiapan infrastruktur pangan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran Tim 8 Media Kanwil Kemenimipas Sumut saat menggelar kunjungan silaturahmi ke Rutan Tanjung Pura pada Rabu (21/10/2026). Rombongan insan pers diajak melihat secara langsung proses budidaya serta interaksi pembinaan yang humanis di area perladangan Rutan.
Perwakilan insan pers, Aswani Hafit, mengungkapkan rasa kagum atas terobosan berbasis pembinaan tersebut. Ia menegaskan bahwa inovasi adaptif ini selaras dan tegak lurus dengan Asta Cita serta Program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto, dalam mendorong satuan kerja Pemasyarakatan menjadi pusat ketahanan pangan yang mandiri.
Kegiatan silaturahmi yang turut dihadiri wartawan senior seperti Jhonsen Nainggolan, Hisar Lumbangaol, Nelson Simarmata, Novian Harhara Sembiring, Munawar Mandailing, dan Dedi Malau ini semakin memperkuat komitmen Rutan Tanjung Pura dalam menyusun rencana strategis pengembangan kemandirian WBP pada masa mendatang.(AVID)

































