KUTACANE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Aceh Tenggara terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui peningkatan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi antara Ketua DPD LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Aceh Tenggara, Samsul Bahri, dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Aceh Tenggara, dr. NURLELA, M.Ked (PA), Sp.PA, yang berlangsung di ruang kerja Plt. Kepala DPPKB, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi wadah diskusi mengenai penguatan perlindungan perempuan dan anak, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
Plt. Kepala DPPKB Aceh Tenggara, dr. NURLELA, M.Ked (PA), Sp.PA, menjelaskan bahwa melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), DPPKB memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan, pendampingan, serta fasilitasi terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
Menurutnya, setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti melalui proses asesmen dan pendampingan, kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait sesuai kebutuhan korban, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Sosial, aparat penegak hukum, pemerintah desa, maupun pihak lain yang berwenang.
“Kami hadir untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pelayanan yang dibutuhkan. Karena itu, koordinasi serta kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar setiap penanganan dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar dr. NURLELA.
Ia menambahkan, upaya perlindungan perempuan dan anak tidak hanya dilakukan ketika terjadi kasus, tetapi juga melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, meningkatnya pemahaman masyarakat akan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.
Selain itu, dr. NURLELA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau menemukan dugaan tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Ia menilai, kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam mempercepat penanganan dan memastikan korban memperoleh hak-haknya secara optimal.
Sementara itu, Ketua DPD LSM WGAB Aceh Tenggara, Samsul Bahri, mengapresiasi keterbukaan DPPKB dalam membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Kami siap bersinergi dengan DPPKB dalam mendukung edukasi kepada masyarakat serta berbagai program perlindungan perempuan dan anak. Kolaborasi yang baik akan melahirkan pelayanan yang lebih optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak,” kata Samsul Bahri.
Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara DPPKB dan LSM WGAB sehingga berbagai program perlindungan perempuan dan anak dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tenggara.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi, membangun komunikasi yang berkelanjutan, serta mendukung berbagai upaya dalam mewujudkan Kabupaten Aceh Tenggara yang ramah perempuan, layak anak, dan memiliki sistem perlindungan yang semakin kuat serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
( Akbar )

































