SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA

ANALISA NEWS

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 23:21 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | JKA adalah kebanggaan Rakyat Aceh yang lahir dari rahim Perdamaian, Muallem merupakan tokoh kunci dalam melahirkan serta mempertahankan kebijakan Dana JKA.
Polemik tentang terbitnya Pergub JKA kami nilai sebagai upaya mendorong sentimen publik untuk tidak menyukai kepemimpinan Mullem, harusnya Sekda bisa melihat ini. peran Sekda Aceh yang dinilai sebagai aktor kunci dalam lahirnya kebijakan tersebut. keputusan strategis seperti ini seharusnya mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh, bukan sekadar pendekatan teknokratis berbasis efisiensi anggaran.

“Kalau ini murni kebijakan Sekda, maka Mualem tidak boleh diam. Jangan sampai gubernur terseret dalam kebijakan yang justru menyakiti rakyatnya sendiri.

Lebih jauh, bahwa kebijakan ini akan menghantam kelompok kelas menengah rentan, yang selama ini tidak masuk kategori miskin, tetapi sangat bergantung pada akses jaminan kesehatan. Ketika JKA dipangkas, kelompok ini berisiko jatuh ke dalam kemiskinan baru akibat beban biaya kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kebijakan administratif. Ini menyangkut nasib dan keselamatan rakyat. Salah langkah, dampaknya bisa sistemik.

Dalam konteks ini kami secara tegas mendesak Mualem untuk segera mengambil sikap. diamnya kepala daerah justru akan memperkuat persepsi publik bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari arah kepemimpinan gubernur.

“Mualem & dekfat harus tegas. Evaluasi, koreksi, bahkan copot jika perlu. Jangan biarkan kebijakan ini menjadi beban politik yang menghancurkan kepercayaan rakyat. Sesuai visi misi mualem dek fad.

Di akhir kami mengingatkan bahwa JKA selama ini merupakan simbol keberpihakan pemerintah Aceh terhadap rakyat. Namun jika dikelola secara keliru, program tersebut justru bisa menjadi sumber ketidakadilan baru.

“Kalau ini dibiarkan, maka yang terjadi bukan hanya krisis kebijakan, tapi krisis kepercayaan. Dan itu jauh lebih berbahaya,” ujar Arham. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
SK Fungsional Terbit Setelah Dilantik Jadi Irban, Pengangkatan Abdullah di Inspektorat Aceh Disorot Pengamat Hukum
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Serentak di 36 Kota, POGI Aceh dan Pegadaian Gelar Merdeka Stunting 2026
Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Puluhan Hektare Galian C di Cibarusah Disorot, GANAS Minta Legalitas dan Dokumen Lingkungan Diaudit

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:11 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Dugaan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Lewat Kunjungan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pagi Menyapa, Kalapas Sibolga Tegaskan Disiplin dan Pemenuhan Hak bagi Warga Binaan Kiriman

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Tinjau Standar Higienis Produksi Tempe dan Dapur Lapas Sibolga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kapolres Sergai Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah Bilal Mayat, Bukti Nyata Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:59 WIB

​Antusiasme Tak Surut, Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Dibanjiri Warga Penerima Manfaat

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pastikan Produksi Pangan Higienis, Lapas Sibolga Skrining Kesehatan Warga Binaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Tim LPPA Sumut Minta Kepala SPPG Sumut Dicopot, Buntu 17 Siswa SD di Medan Keracuna MBG

Berita Terbaru