Wali Kota Cimahi Luruskan Isu Rebranding RSUD Wijaya Mulya

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:52 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAHI, ANALISANEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menggelar konferensi pers terkait perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya, bertempat di Hall Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, dan Direktur RSUD Cibabat ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengklarifikasi isu yang beredar di masyarakat Kota Cimahi terkait perubahan nama atau rebranding fasilitas kesehatan tersebut.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, rencana rebranding RSUD Cibabat menjadi RSUD Wijaya Mulya digagas pada saat peletakan batu pertama pembangunan Unit Pengelola Darah RSUD Cibabat pada 5 Agustus 2025 lalu. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat Kota Cimahi terhadap pelayanan RSUD Cibabat yang saat itu dinilai kurang memuaskan.

“Pada saat itu ada pasien-pasien yang dari luar Cimahi berobat di Rumah Sakit Cibabat. Kemudian juga termasuk ASN di Kota Cimahi juga rata-rata kalau opname dilaksanakan di luar Rumah Sakit Cibabat “ujarnya, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota menambahkan, rebranding juga mempertimbangkan penamaan RSUD Cibabat yang merujuk pada Kelurahan Cibabat, sementara rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan tingkat kota. Wacana ini kemudian dimusyawarahkan dengan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, Sekretaris Daerah Maria Fitriana, beserta para Asisten dan Dewan Pengawas RSUD Cibabat.

“Jadi perubahan itu melalui kajian, selama itu dilakukan dengan sebaik-baiknya dan melibatkan masyarakat juga. Kajian ini bukan sehari-dua hari, ini paling cepat satu tahun setengah kajian itu baru bisa terselesaikan dan itu pun melalui proses yang panjang,” imbuhnya.

Lanjutnya, pengkajian rebranding ini melibatkan penyedia profesional yang sebelumnya turut serta dalam kajian penggunaan tagline Cimahi Campernik. Tahapan kajian ini meliputi tahap In-Depth Interview antara pihak penyedia profesional dan Wali Kota serta Wakil Wali Kota, kemudian berlanjut ke tahap Focus Group Discussion pada 13 Mei 2026 yang turut melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dari tiap kelurahan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan dari unsur akademisi melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani dan Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Ilmu Sejarah Unpad.

“Kemudian juga dilaksanakan interview kepada seluruh SKPD ya. Beberapa SKPD yang dilaksanakan di rumah sakit di Gedung D lantai 4. Kemudian tahap workshop manajemen RSUD juga tanggal 25, dilaksanakan rapat di Gedung D lantai 4 ataupun di RSUD Cibabat. Kemudian dilaksanakan In-Depth Interview Finalisasi yaitu terakhir, itu pada sudah 4 bulan pelaksanaannya,” jelasnya.

Lanjut Ngatiyana, berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Perangkat Daerah termasuk Dewas RSUD Cibabat, dipilih 3 besar calon nama pengganti RSUD Cibabat yaitu RSUD Bakti Saluyu, RSUD Sastra Winangoen, dan RSUD Wijaya Mulya. Nama Wijaya Mulya yang mengusung tagline Melayani dari Hati, terpilih karena dinilai mengandung makna yang dalam.

“Di sana saya lihat tagline-nya adalah Melayani dari Hati. Artinya berarti siapapun pasiennya akan dilayani secara sama dengan sebaik-baiknya. Tidak ada konotasi lagi perbedaan terhadap pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

Hasil paparan selanjutnya dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi untuk mendapatkan persetujuan. Bila tidak disetujui, maka dapat diganti dengan nama lain atau dibatalkan, dan bila disetujui, DPRD akan melaksanakan Sidang Paripurna, menerbitkan Peraturan Daerah yang kemudian diturunkan menjadi SK Wali Kota, dan melakukan verifikasi nama atau database nasional di Kementerian Kesehatan.

Wali Kota meminta agar masyarakat tidak salah persepsi terhadap proses rebranding RSUD Cibabat yang masih akan menempuh jalan yang panjang dan melalui serangkaian prosedur mekanisme. Menurutnya, pihak Pemkot Cimahi hanya berperan mengusulkan dan mengajukan persetujuan perubahan nama fasilitas kesehatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana meluruskan bahwa anggaran perubahan nama ini hanya sebesar Rp97 juta, bukan Rp1,5 miliar seperti yang ramai diperbincangkan di masyarakat. Menurutnya, anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai konsultasi rebranding selama jangka waktu 1,5 tahun.

Wali Kota turut menambahkan, dalam 5 bulan terakhir RSUD Cibabat telah mengalami banyak perubahan. Saat ini, Pemkot Cimahi tengah membangun ruang VIP, membersihkan embung dan memperbaiki tembok belakang rumah sakit yang roboh, membangun taman, memperbaiki pagar, menata Pedagang Kaki Lima, hingga menata area lahan parkir rumah sakit.

“Pelayanan terhadap pasien rumah sakit sekarang sudah banyak, cuma tidak pernah diekspos. Pasien yang tidak punya BPJS ataupun BPJS-nya tidak aktif, tetap diterima oleh RSUD. Dan bahkan tidak sedikit orang yang telah dibantu, BPJS-nya tidak aktif, diurus oleh Rumah Sakit dan Dinkes, BPJS menjadi aktif, dan pasiennya tidak dipungut biaya. Ini harus kita pandang positif,” pungkasnya. (Ipung)

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi

Berita Terkait

Sukses Besar! Open Tournament Catur Piala Panglima TNI di Bandung Diserbu 930 Peserta
Asgar Nusantara Ngahiji – Rangka Prabu Siliwangi yang Sebenar Benarnya.
Warga Cikarang Surati Kepala Daerah, Minta Penyusunan RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Sawah dan Picu Banjir
Dimediasi BPD, Internal Panitia Pilkades Bantarjaya Kembali Solid Usai Miskomunikasi Anggaran
Ketua JMI Gobin: Dugaan Pemerasan oleh Oknum Wartawan Harus Di usut Tuntas
Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!
Diduga Gelapkan Dana Warga, Oknum Ketua RT di Sukamaju Tambelang Tak Kunjung Selesaikan Balik Nama Sertifikat dan SPPT PBB
Jambore Relawan Kebencanaan 2026: Cetak Relawan Milenial Berilmu dan Profesional

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:26 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Senin, 21 September 2026 - 22:00 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Senin, 21 September 2026 - 20:30 WIB

Angin Kencang Disertai Hujan Deras, Plafon IGD RSUD Kutacane Ambruk

Senin, 21 September 2026 - 17:34 WIB

Kasat Binmas Aceh Tenggara menjadi Pembina Upacara, Pesan Jauhi Narkoba dan Knalpot Brong serta Siswa Bijak Bermedia Sosial

Senin, 21 September 2026 - 15:55 WIB

Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan

Senin, 21 September 2026 - 14:52 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Kesiapsiagaan, Hadapi Potensi Bencana dengan Respons Cepat

Jumat, 18 September 2026 - 12:09 WIB

Di Tengah Musibah, Kapolres dan Bupati Aceh Tenggara Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

Jumat, 18 September 2026 - 11:23 WIB

Di Tengah Musibah, Kapolres dan Bupati Aceh Tenggara Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

Berita Terbaru