Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!

REDAKSI PROV. JAWA BARAT

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!

BEKASI – Kabar mengejutkan datang dari gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bantarjaya. Menjelang hari pemungutan suara, Bendahara Panitia Pilkades Bantarjaya, M. Revi Destiansyah, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Langkah mendadak ini diambil lantaran adanya ketidakharmonisan tata kelola manajemen internal panitia, khususnya terkait transparansi anggaran dan dominasi ketua panitia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dinilai Ambil Keputusan SepihakSaat dikonfirmasi mengenai keputusannya, M. Revi Destiansyah mengungkapkan bahwa roda organisasi kepanitiaan didominasi oleh keputusan sepihak.

Menurutnya, Ketua Panitia Pilkades kerap mengabaikan asas musyawarah dalam menentukan kebijakan krusial.

“Dalam setiap pengambilan keputusan, Ketua selalu menggunakan hak prerogatifnya tanpa melibatkan pengurus lain secara proporsional,” ujar Revi kepada awak media, Selasa (15/9/2026).

*Jabatan Bendahara Tanpa Akses Anggaran*

Selain masalah dominasi kepemimpinan, Revi membeberkan fakta krusial mengenai pengelolaan keuangan. Sebagai bendahara yang sah secara administrasi, ia mengaku sama sekali tidak diberikan akses terhadap dana pelaksanaan Pilkades. Seluruh anggaran dipegang dan dikendalikan langsung oleh Ketua Panitia.

Akibatnya, Revi tidak mengetahui rincian aliran dana yang keluar untuk keperluan logistik maupun operasional penunjang pemilihan

“Sebagai bendahara, saya sama sekali tidak memegang anggaran Pilkades. Hanya ketika akan menerima honor panitia, ketua mentransfer ke bendahara. Bahkan untuk pengeluaran operasional bulanan pun saya tidak tahu-menahu,” tegasnya

*Anggaran Tahap I Rp120 Juta Raib*

Revi juga membongkar kejanggalan pada pengelolaan anggaran Tahap I senilai Rp120.000.000 (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah). Saat dirinya mempertanyakan saldo tersebut, Ketua Panitia menyatakan bahwa dana tersebut sudah habis.

“Padahal, secara rincian seharusnya honor tersisa dua bulan untuk panitia terhitung dari pembayaran anggaran Tahap I. Karena untuk Tahap II, anggaran akan difokuskan kepada persiapan logistik dan honor KPPS,” tambah Revi.Merasa tidak bisa menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara akuntabel, Revi memilih meletakkan jabatan demi menghindari risiko hukum dan moral di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia Pilkades Bantarjaya belum memberikan tanggapan resmi terkait mundurnya sang bendahara maupun tudingan pengelolaan anggaran sepihak tersebut.

(Red)

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Dana Warga, Oknum Ketua RT di Sukamaju Tambelang Tak Kunjung Selesaikan Balik Nama Sertifikat dan SPPT PBB
Polisi Amankan Truk PT Indah Prasta di Bekasi, Perusahaan Klarifikasi Ceceran Limbah Akibat Kebocoran
Pilkades Lambangsari: Plt Kades Ajak Warga dan Calon Jaga Kondusivitas Pasca-Pengundian Nomor Urut
Momen Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikarang Selatan, Santri dan Jamaah Doakan Anggota DPRD Putri Ramadhanty Tetap Amanah
Support Pembinaan Atlet Muda, Pemkab Bekasi Sambut Positif Pembangunan GOR Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi
BRI Peduli Tambun: Sembako untuk Bekasi, Sinergi untuk Masyarakat
Skandal Fasos-Fasum Bekasi: Camat Setu Diduga Patok Tarif Ilegal, Dana Mengalir ke Rekening Pribadi
XTC Sexyroad Indonesia DPC Kabupaten Bekasi Gelar Aksi di Depan Pemkab, Soroti Kinerja DLH

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46 WIB

Tambang Emas Ilegal dan Ancaman Merkuri di Geumpang Disorot, Negara Didesak Membongkar Rantai Pasok Bahan Berbahaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana Ukir Sukses HUT Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:13 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:42 WIB

Diduga Terorganisir, Tambang Emas Ilegal di Geumpang Pidie Operasikan 133 Alat Berat

Berita Terbaru