KUTACANE — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Camat Bukit Tusam, Senin (28/9), dan dilanjutkan ke Kantor Camat Semadam.
Kegiatan di Kecamatan Bukit Tusam dihadiri Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, Sekretaris Daerah (Sekda) Yusrizal, Camat Bukit Tusam Sukri, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat terkait dan masyarakat setempat.
Bupati Salim Fakhry mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di pasaran.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap beban masyarakat dapat sedikit berkurang. Pemerintah hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Salim Fakhry.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah antusias menyambut pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut. Bupati turut mengingatkan para camat agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Kepada para camat, saya berharap agar terus bekerja maksimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Camat Bukit Tusam Sukri, S.E., M.M. turut mendampingi pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah di wilayahnya. Kehadiran program tersebut mendapat sambutan masyarakat karena menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Usai kegiatan di Kecamatan Bukit Tusam, Bupati bersama rombongan melanjutkan peninjauan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semadam. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Adapun komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah dan bawang putih. Pemerintah menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga subsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Aceh Tenggara, Karnodi, menjelaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah Tahun 2026 dilaksanakan secara bertahap di 19 kecamatan dengan menyediakan total 3 ton beras untuk setiap pelaksanaan sesuai alokasi kegiatan.
Ia menyebutkan, subsidi harga yang diberikan antara lain beras dengan selisih harga sekitar Rp40.000 dan gula pasir Rp8.000, sedangkan tepung terigu mendapat subsidi sekitar Rp3.000.
Menurut Karnodi, hingga saat ini kegiatan Gerakan Pangan Murah telah disalurkan di 12 kecamatan dan masih berlanjut ke kecamatan lainnya sesuai jadwal pelaksanaan.
“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Aceh Tenggara,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Aceh Tenggara berharap masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta daya beli tetap terjaga di tengah dinamika harga bahan pangan, laporan EDIGAYO

































