Aceh Tenggara |15 sd 16 Agustus ber bondong bondong menyaksikan getaran Suara raungan mesin motor trail berpadu dengan sorak-sorai ribuan penonton. Sirkuit Kumbang Indah, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, berubah menjadi lautan manusia saat ajang Grasstrack Open Trophy Muslim Ayub digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pantauan di lokasi, Sabtu 15 Agustus 2026, ribuan warga dari berbagai daerah memadati sisi lintasan untuk menyaksikan langsung aksi para crosser yang bertarung menaklukkan sirkuit.
Debu lintasan yang beterbangan justru menambah atmosfer khas olahraga otomotif yang begitu dinantikan masyarakat. Ajang ini digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Aceh bersama Anggota DPR RI Fraksi NasDem sekaligus Pembina IMI Aceh, Muslim Ayub.
Perlombaan berlangsung secara terbuka dan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa. Para crosser yang ambil bagian tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari Riau, Jambi, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Bahkan, sejumlah pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Timur turut hadir untuk menguji kemampuan di lintasan Kumbang Indah.
Bendera Start Dikibarkan
Suasana semakin meriah ketika bendera start dikibarkan. Puluhan crosser secara resmi dilepas untuk memulai persaingan di lintasan.
Deru mesin langsung memecah suasana. Para pembalap melesat dengan kecepatan tinggi, saling mengejar dan berusaha mencari posisi terbaik di setiap tikungan dan rintangan.
Sorakan penonton terdengar dari berbagai penjuru sirkuit. Setiap aksi salip-menyalip dan keberanian pembalap menaklukkan bagian lintasan yang menantang disambut tepuk tangan serta teriakan dukungan.
Bagi masyarakat yang datang, pertandingan tersebut bukan sekadar olahraga. Kehadiran ratusan pembalap dan ribuan penonton membuat kawasan Kumbang Indah menjadi pusat keramaian sekaligus menghadirkan hiburan bagi warga Aceh Tenggara.
Ajang even ber tarap Nasional Pertama di Aceh Tenggara
Muslim Ayub mengatakan, Grasstrack Open Trophy Muslim Ayub menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga otomotif di Aceh Tenggara. Menurutnya, ajang balap motor cross dengan skala nasional ini baru pertama kali digelar di daerah tersebut.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas atlet lokal Aceh. Kita ingin memberikan ruang kepada crosser muda untuk bertanding dan mengukur kemampuan mereka dengan pembalap dari daerah lain,”
Ia menyebutkan, keterlibatan crosser dari berbagai provinsi di Sumatera dan Pulau Jawa diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas pembalap lokal.
Selain pembinaan atlet, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Aceh Tenggara.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mampu menarik masyarakat dari luar daerah sehingga memberikan dampak bagi pariwisata dan UMKM,” katanya.
Hadiah Rp150 Juta
Perlombaan digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 15–16 Agustus 2026. Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar Rp150 juta, selain medali dan Trophy Muslim Ayub.
Sejumlah peserta telah melakukan pendaftaran dan mengikuti proses administrasi yang disiapkan panitia. Kehadiran pembalap dari berbagai daerah membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat di setiap kelas yang dipertandingkan.
Bagi para crosser lokal Aceh, kesempatan bertanding dalam event terbuka seperti ini menjadi pengalaman berharga. Mereka dapat berhadapan langsung dengan pembalap dari luar daerah sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan yang telah mreka miliki.
( DENI AFFALDI )


































