SAPMA PP KOTA BANDUNG KOLABORASI DENGAN HIPMI, BEKALI ANGGOTA JADI PENCIPTA LAPANGAN KERJA
*Bandung* Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Bandung menghadirkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung sebagai pemateri. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membekali anggota SAPMA agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Sabtu (11/7/26).

Kegiatan yang berlangsung hari ini tersebut menghadirkan *Ibrahim, perwakilan HIPMI Kota Bandung* sebagai narasumber. Dalam materinya, Ibrahim menekankan pentingnya melihat peluang di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Segmen kita sama-sama anak muda. Ini ajakan untuk teman-teman semua. Saat teman-teman bisa melihat banyak _opportunity_ dari perubahan-perubahan yang ada, yuk kita kolaborasi bareng,” ujar Ibrahim.
Ia juga mendorong anggota SAPMA untuk segera memiliki legalitas usaha. “Kalau mau masuk HIPMI harus punya PT atau CV. Karena itu yang jadi _legal standing_ orang disebut sebagai pemilik usaha,” jelasnya.
Ibrahim menyebut kehadirannya di SAPMA merupakan bentuk kedekatan organisasi. “Wakil Bendahara Umum HIPMI juga Ketua Umum HIPMI Jawa Barat. Secara kedekatan organisasi sebetulnya kita bisa sangat interaktif. Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama,” katanya.
Menyoroti kondisi ekonomi, ia mengajak anggota SAPMA untuk terus belajar dan adaptif. “Dinamika global itu di luar kendali kita, tapi kita harus _aware_. Kota seperti Bandung harus bersyukur karena tidak langsung terdampak keras. Tapi tetap, kita harus bisa ngukur, bikin _planning_, dan ngatur kehidupan,” ungkapnya.
Di akhir, Ibrahim mengajak seluruh anggota SAPMA untuk bergerak nyata. “Saya pengen ngajak teman-teman semua untuk berhenti menjadi penonton. Kalian orang-orang terpelajar. Udah saatnya bergerak menjadi pemberi kerja, penambah _stakeholder_, tidak hanya menjadi pencari kerja,” pungkasnya.
Ketua MPC PP Kota Bandung mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap sinergi SAPMA dan HIPMI dapat terus berlanjut untuk mencetak kader yang mandiri dan berdaya saing.
(Yudi St)**
































