Aceh Tenggara – Puluhan emak-emak di Desa Kuning I Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, nekat memblokir Jalan Lintas Kutacane-Sumatera Utara, Jumat (26/6/2026). Mereka turun ke jalan sebagai bentuk protes karena Jembatan Kuning I yang rusak tak kunjung diperbaiki pemerintah.
Aksi ini berlangsung di tengah guyuran hujan yang kerap kali membuat permukiman warga terendam banjir. Warga mengaku sudah berulang kali mengadukan kondisi jembatan ke pemerintah, namun belum ada tanggapan maupun tindakan nyata di lapangan.
“Kami sudah capek setiap hujan deras, rumah kami terendam banjir. Jembatan itu masalah utama, tolong segera diperbaiki,” kata Suherman, seorang warga, di lokasi aksi.
Aksi blokir jalan itu sempat membuat lalu lintas di jalur nasional tersebut lumpuh. Sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa berhenti menunggu aksi selesai.
Menurut warga, air yang meluap hingga permukiman terjadi akibat drainase dan jembatan yang tidak memadai. Selain merusak rumah-rumah, banjir juga membuat aktivitas warga dan perekonomian setempat lumpuh setiap turun hujan.
Warga mendesak Pemkab Aceh Tenggara dan pemerintah pusat segera turun tangan mempercepat pembangunan dan rehabilitasi Jembatan Kuning I. Mereka menegaskan akan terus melakukan aksi protes jika tak ada langkah konkret dari pemerintah.
“Apa mesti ada korban dulu baru diperbaiki? Kami sudah cukup bersabar. Pemerintah harus turun ke lokasi dan buktikan serius ingin membantu kami,” ujar Suherman menambahkan.
Aksi ini akhirnya membubarkan diri setelah ada dialog dengan pihak kecamatan. Namun emak-emak menegaskan akan kembali turun ke jalan jika aspirasi mereka diabaikan.






























