Diana Putri Amelia, Legislator Muda yang Menempa Ketangguhan dari Arena Menembak hingga Perjuangan untuk Petani Gayo

ADMIN

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Suara letusan peluru memecah kesunyian di Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh, 10 Juni 2026. Di tengah deretan personel yang bersiap menjalani latihan, tampak sosok perempuan muda dengan senyum hangat dan pembawaan penuh percaya diri.

 

Dialah Diana Putri Amelia, anggota DPRA termuda dari Daerah Pemilihan Bener Meriah–Aceh Tengah (Takengon). Mengenakan perlengkapan latihan, Diana terlihat menyapa satu per satu pelatih dan personel Brimob yang hadir. Keramahan dan semangatnya seolah mencairkan suasana. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Dua Doktor muda sahabatnya, Dr. Juliana,MM,M.Pd dan Dr. Suryati,MH,M.Pd

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

serta mendapat arahan langsung dari Danki Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ustad Iptu Musmulyadi, S.E., M.Si.

 

Bagi banyak orang, olahraga menembak mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau sekadar hobi. Namun, bagi Diana, setiap bidikan mengandung pelajaran tentang fokus, ketenangan, kedisiplinan, serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

 

Nilai-nilai itulah yang menurutnya juga diperlukan dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

 

Di tengah kesibukannya sebagai legislator, perempuan muda yang dikenal dengan slogan “Melayani Tanpa Pamrih” itu meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya ditempa melalui ruang sidang dan rapat-rapat dewan, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan ketangguhan diri.

 

Ada filosofi yang selalu diingatnya dari etika penggunaan senjata api, yakni selalu menganggap senjata dalam keadaan terisi. Bagi Diana, prinsip tersebut mengajarkan arti tanggung jawab, kehati-hatian, dan kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

 

Filosofi itu pula yang menjadi pegangan dalam perjalanan pengabdiannya di DPRA. Setiap keputusan, menurutnya, harus diambil dengan penuh pertimbangan karena menyangkut kepentingan masyarakat yang telah memberikan amanah.

 

Karena itu, Diana dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Dari persoalan pembangunan, pendidikan, hingga kebutuhan para petani kopi di dataran tinggi Gayo yang selama ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.

 

Baginya, kopi Gayo bukan hanya komoditas unggulan yang dikenal dunia, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat yang harus terus dijaga. Kesejahteraan para petani menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan martabat masyarakat Gayo.

 

Melalui komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pihak, Diana terus mendorong hadirnya solusi nyata, termasuk penguatan infrastruktur pertanian dan memastikan suara masyarakat kecil tetap mendapat tempat dalam ruang-ruang kebijakan.

 

Semangat perjuangannya banyak terinspirasi dari para srikandi Aceh yang namanya tercatat dalam sejarah. Sosok Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Meuligoë, Pocut Meurah Gambang, Pocut Baren, hingga Pocut Meurah Intan menjadi sumber inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.

 

Sebagai kader muda Partai Golkar, Diana hadir membawa semangat baru di parlemen Aceh. Meski menjadi anggota termuda di antara 81 legislator DPRA, ia membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk mengabdi.

 

Kedekatannya dengan masyarakat, kebiasaannya turun langsung ke lapangan, serta konsistensinya memegang prinsip disiplin, kepedulian, dan keberanian membuat Diana dinilai sebagai salah satu figur perempuan muda yang memiliki semangat besar dalam membangun Aceh.

 

Sebab, bagi Diana Putri Amelia, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir di gedung parlemen. Ia harus hadir dalam denyut kehidupan masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, serta menjadi bagian dari solusi.

 

Dan mungkin, dari arena latihan menembak di markas Brimob Polda Aceh itu, tersimpan pesan sederhana tentang kepemimpinan: bahwa ketangguhan mental, fokus berpikir, dan kedisiplinan adalah bekal penting untuk menjaga amanah rakyat dan terus berjuang menghadirkan manfaat nyata bagi Aceh, khususnya masyarakat dataran tinggi Gayo.

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Ucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kapolda Aceh
Bea Cukai Aceh Turut Bahas Sekuritas Bandara Sultan Iskandar Muda
Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp1,83 Miliar
Nomor 0811683833 Milik Ketua Fast Respon Counter Polri Nusantara DPW Aceh Diduga Diretas, Masyarakat Diminta Waspada
SK Fungsional Terbit Setelah Dilantik Jadi Irban, Pengangkatan Abdullah di Inspektorat Aceh Disorot Pengamat Hukum
Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Serentak di 36 Kota, POGI Aceh dan Pegadaian Gelar Merdeka Stunting 2026
Kaukus Nusantara Desak Pemekaran ALA dan ABAS Jadi Solusi Jaga Keutuhan NKRI Pasca-Kericuhan di Aceh

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Lapas Sibolga Gelar Bakti Sosial, Bantu Pulihkan SDN 152983 Hutanabolon 1 Pascabanjir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Monitoring UKW di Medan, Farianda Putra Sinik Ingatkan Wartawan Lulusan Pentingnya Kode Etik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Peserta PKP Angkatan IV BPSDM Sumut Pelajari Inovasi Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Tangsel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Ancam Kesehatan Warga, Aktivitas Lapak Kaleng Tiner Bekas di Bekasi Minta Segera Ditindak

Rabu, 30 September 2026 - 09:20 WIB

Lapas Sibolga Bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah dan Fasilitas Umum Warga Terdampak Banjir

Rabu, 30 September 2026 - 09:05 WIB

Lapas Sibolga Bersama Dinkes Kota Sibolga Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB

Senin, 28 September 2026 - 18:58 WIB

Menjelang Magrib, Kebersamaan Jamaah dan Musafir Terjalin Erat di Masjid Jamik Kebun Bunga

Berita Terbaru