Kutacane – Ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara memadati Lapangan Kantor Bupati Aceh Tenggara untuk mengikuti Pawai Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (16/6/2026).
Sejak pagi hari, masyarakat, pelajar, santri, aparatur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat terlihat antusias memadati lokasi kegiatan. Suasana penuh semangat dan nuansa religius mewarnai jalannya pawai yang menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam dan hari jadi daerah tersebut.
Peserta pawai menampilkan berbagai kreasi bernuansa Islami, mulai dari mobil hias, atribut keagamaan, hingga penampilan budaya yang mencerminkan keberagaman dan kekayaan tradisi masyarakat Aceh Tenggara. Sepanjang rute pawai, masyarakat tampak berjejer memberikan dukungan dan menyaksikan kemeriahan acara.
Bupati Aceh Tenggara dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Tahun Baru Islam dan peringatan HUT Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan semangat membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.
“Peringatan 1 Muharram mengajarkan makna hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Sementara HUT ke-52 Aceh Tenggara menjadi refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah yang harus terus kita lanjutkan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat melalui partisipasi dalam pawai akbar ini merupakan bukti kuat bahwa Aceh Tenggara memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk unsur TNI, Polri, Satpol PP, dinas terkait, serta panitia pelaksana. Selain menjadi ajang syiar Islam, pawai akbar ini juga menjadi hiburan dan sarana mempererat hubungan antarwarga.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah memperkuat nilai-nilai keagamaan, melestarikan budaya daerah, serta meningkatkan rasa cinta terhadap Kabupaten Aceh Tenggara.
( SALAMUDIN )





























