Warga Gayo Lues Menjerit, Jembatan Gantung Desa Pasir Tripe Jaya Putus Lama dan BNPB Tak Kunjung Kirim Jembatan Bailey Darurat

ANALISA NEWS

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 00:19 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses vital warga Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, putus diterjang banjir dan dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangkan jenazah dengan perahu karet di tengah arus sungai yang meluap.

Peristiwa memilukan itu terekam dalam video kiriman warga pada Jumat, 31 Oktober 2026, dikutip dari video warga dan tautan Facebook Reel. Dalam rekaman tersebut, belasan warga terlihat menggotong keranda yang dibungkus kain batik, berjalan menembus banjir setinggi dada orang dewasa menuju pemakaman umum Kampung Pasir yang berada di seberang sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jembatan gantung putus, jenazah harus dipindahkan ke atas perahu karet oranye yang kemudian ditarik manual menggunakan tali oleh warga yang berendam dan berenang melawan arus keruh berwarna cokelat. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada perahu bermotor, hanya tenaga manusia yang dipertaruhkan.

Fakta ini menegaskan kelambanan penanganan yang tidak bisa lagi ditutupi. Jembatan gantung di Desa Pasir itu bukan putus hari ini. Warga menyebut jembatan tersebut telah putus sejak banjir besar melanda kawasan Tripe Jaya beberapa waktu lalu dan hingga 31 Oktober 2026 tidak ada satu pun langkah permanen yang dilakukan.

Di sinilah kritik keras harus diarahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB sebagai lembaga yang memiliki anggaran besar, personel, dan kewenangan untuk penanganan darurat, dinilai gagal hadir cepat di Gayo Lues. Ke mana peringatan dini, ke mana jembatan bailey, ke mana jembatan gantung darurat yang seharusnya bisa dipasang dalam hitungan hari? Yang sampai di Desa Pasir hanya satu perahu karet bantuan dari pemerintah daerah yang harus didorong belasan orang.

Pola penanganan BNPB yang lamban dan birokratis kembali terulang. Bencana diumumkan, status tanggap darurat ditetapkan, konferensi pers digelar di Jakarta, tetapi di lapangan warga Desa Pasir harus berjuang sendiri untuk menguburkan jenazah. Ini bukan soal medan yang sulit, ini soal prioritas yang salah. Jika untuk membangun jembatan gantung darurat sepanjang puluhan meter saja butuh waktu berminggu-minggu, lalu untuk apa BNPB ada?

Warga Tripe Jaya kini tidak hanya kehilangan akses, mereka kehilangan rasa aman. Anak sekolah, ibu hamil, petani yang membawa hasil panen, semua harus mempertaruhkan nyawa setiap hari menyeberang sungai yang sama. Dan pada 31 Oktober 2026, bahkan orang yang sudah meninggal pun harus ikut merasakan lambannya negara.

Warga menyampaikan pesan yang menyayat hati, semoga jenazah berikutnya sudah ada alat penyeberangan. Pesan itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi BNPB dan pemerintah pusat. Jangan biarkan Desa Pasir terus terisolasi hanya karena jembatan gantung yang tak kunjung diperbaiki.

(RED)

Berita Terkait

GERETEK Empat Juta Bibit Kopi di Gayo Lues Dipertanyakan, Anggota DPRK Abdussalam: Jangan Umumkan Besar-besaran Kalau Petani Tidak Dapat Bukti
Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah
Satreskrim Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria Terlibat Judi Online
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Rehab Masjid Baiturrahman Kampung Gajah
Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen
Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pastikan Program Pembinaan Produktif Berjalan Optimal di Rutan Tanjung Pura

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Lapas Sibolga Kebut Pembersihan Lingkungan dan Pembangunan Pagar SDN Hutanabolon 1 Pascabanjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Kuasa Hukum Sebut Harga Lelang Tak Wajar, Kasus Gugatan PMH Terus Berlanjut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ardiansyah Saragih Apresiasi Kapolri: Polri Tunjukkan Kinerja Gemilang dalam Pengungkapan 1,1 Ton Sabu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:04 WIB

UPT Pemasyarakatan se-Tanjung Gusta Medan Bersinergi Melaksanakan Penanaman Pohon: Lapas Kelas I Medan Lanjutkan Aksi dengan Panen Jagung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Doa dan Kebersamaan di Sela Rutinitas Puasa Senin-Kamis Masjid Jamik Kebun Bunga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Lapas Sibolga dan PIPAS Gelar Bakti Sosial di SDN Hutanabolon 1, Libatkan Warga Binaan Pulihkan Fasilitas Sekolah Pascabanjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Rutan Tanjung Pura Kembangkan Lahan Adaptif Cuaca

Berita Terbaru