DELI SERDANG – Banjir yang merendam permukiman warga di Desa Dalu Sepuluh-A, Kecamatan Tanjung Morawa dan Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu, 29 Oktober 2026, menimbulkan keresahan mendalam bagi masyarakat setempat. Luapan air yang mencapai ketinggian kurang lebih 1,5 meter masuk ke dalam rumah-rumah warga, memaksa sebagian besar penduduk meninggalkan kediaman mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Banjir yang terjadi sejak kemarin tersebut menggenangi hampir seluruh kawasan permukiman di dua desa yang berbatasan tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, air tidak hanya merendam halaman, tetapi telah masuk ke ruang-ruang rumah warga dengan ketinggian setara dada orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Sebagian warga yang masih memiliki tenaga terlihat berusaha menyelamatkan harta benda mereka dengan mengeluarkan perabot, pakaian, dan barang-barang berharga lainnya ke tempat yang lebih tinggi, bahkan ke bahu jalan.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak dapat dilakukan oleh semua warga. Sebagian besar masyarakat mengaku tidak mampu memindahkan barang-barang akibat tingginya genangan yang datang secara tiba-tiba dan arus yang cukup deras. Akibatnya, kerugian materi tidak terhindarkan. Peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, serta perabot rumah tangga lainnya banyak yang rusak karena terendam air dalam waktu yang cukup lama. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di lokasi pengungsian sementara sambil menunggu air surut.

Situasi ini memunculkan kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan. Warga yang mengungsi sangat membutuhkan uluran tangan berupa bantuan sembako dan kebutuhan pangan sehari-hari, mengingat dapur mereka tidak dapat berfungsi dan akses untuk memperoleh makanan menjadi terbatas. Harapan itu ditujukan kepada para pengusaha, pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Tanjung Morawa dan Batang Kuis, serta terutama kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang untuk segera turun tangan memberikan bantuan tanggap darurat dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Di sisi lain, masyarakat juga menyuarakan keresahan terkait penyebab banjir yang terus berulang setiap musim penghujan. Warga menilai kondisi sungai yang melintasi Desa Dalu Sepuluh-A perlu mendapat perhatian serius. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan dan penataan kembali konstruksi sungai, termasuk normalisasi dan penguatan tanggul, agar ke depan luapan air tidak kembali meluas hingga ke permukiman warga dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Laporan : Dedekprayoga


































