JAKARTA, 1 Mei 2026 – Kawasan Monumem Nasional (Monas) hari ini berubah menjadi lautan manusia saat ribuan pekerja dari berbagai sektor berkumpul untuk memperingati Hari Buruh Nasional 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini mencatat sejarah baru dengan kehadiran langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memimpin jalannya dialog terbuka bertajuk “Kita Dengar Kita Kerja”.
Sejak Jumat pagi, antusiasme terlihat dari kehadiran massa yang terdiri dari buruh pabrik, pekerja sektor informal, hingga pengemudi ojek daring (ojol). Kehadiran mereka di jantung ibu kota bukan sekadar untuk menyuarakan tuntutan, melainkan untuk terlibat dalam diskusi dua arah yang konstruktif bersama kepala negara.

Komitmen Negara: Tiga Pilar Kesejahteraan Buruh
Dalam pidatonya yang visioner, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi hanya menempatkan dialog sebagai wacana, melainkan sebagai fondasi kerja nyata. Presiden memaparkan tiga komitmen utama negara terhadap masa depan tenaga kerja Indonesia:
1. Perlindungan Komprehensif: Menjamin perlindungan hukum dan keselamatan bagi buruh informal serta pekerja di ekosistem ekonomi digital.
2. Keadilan Sosial: Pemerataan jaminan sosial yang menjangkau seluruh lapisan pekerja tanpa terkecuali.
3. Standar Internasional: Percepatan ratifikasi konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk memperkuat posisi tawar dan hak-hak buruh di mata dunia.
“Negara hadir bukan hanya sebagai pengawas, tapi sebagai pelindung bagi setiap tetes keringat pekerja kita. Dari sektor manufaktur hingga ekonomi digital, semua harus merasakan keadilan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan massa.
Dukungan dari SBNI Jawa Barat
Aksi damai ini juga dihadiri oleh delegasi besar dari Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) DPP,DPD Jawa Barat dan Jajaran pengurus DPC dari kabupaten/kota di Jawa Barat turun langsung untuk mengawal aspirasi ini.
Ketua SBNI Jabar, R. Yadi Suryadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan pemerintah dalam momen May Day tahun ini.
“Kami menyambut baik dan menyetujui seluruh program-program yang dicanangkan pemerintah bagi kesejahteraan buruh. Kehadiran Bapak Presiden di tengah-tengah kami hari ini adalah bukti bahwa suara pekerja benar-benar didengar,” ungkap Yadi di sela-sela acara.
Penutup yang Khidmat
Acara berlangsung dengan sangat tertib dan damai, mencerminkan kematangan demokrasi di kalangan pekerja. Peringatan Hari Buruh 2026 ditutup dengan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan secara serempak oleh Presiden, jajaran menteri, dan pimpinan serikat buruh dari seluruh Indonesia.
Momentum ini menjadi simbol kuat persatuan antara pemerintah dan kaum pekerja dalam membangun sinergi demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.**





























