Dorong Produktivitas Pertanian, Pemerintah Desa Likat Distribusikan 170 Kereta Sorong untuk Warga

ANALISA NEWS

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:36 WIB

50261 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE,ANALISA NEWS | Di tengah upaya membangkitkan potensi ekonomi desa dan memperkuat daya tahan pangan lokal, Pemerintah Desa Likat, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, menorehkan langkah penting dengan menyalurkan 170 unit kereta sorong kepada warganya. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dengan suasana penuh haru dan antusias di balai desa, melibatkan para penerima dari berbagai dusun di wilayah Likat.

Kebijakan ini berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan mendesak para petani dan pekerja kebun yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung ekonomi desa. Banyak dari mereka selama ini hanya mengandalkan alat seadanya untuk mengangkut hasil panen dari kebun hingga ke rumah atau pasar, sebuah proses yang melelahkan sekaligus membatasi produktivitas. Ketua desa, Jefri, menuturkan bahwa ide pengadaan alat angkut sederhana tersebut muncul setelah proses dialog panjang dengan warga. Dalam sejumlah musyawarah, para petani mengemukakan tantangan utama mereka bukan hanya persoalan pupuk atau bibit, tetapi kendala mengangkut hasil panen dari areal kebun yang sering berada di lokasi berbukit dan berjarak cukup jauh dari permukiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan memanfaatkan Dana Desa tahun 2026 secara tepat sasaran, pemerintah desa mengambil keputusan untuk mengalokasikan anggaran bagi pengadaan kereta sorong. Seluruh proses perencanaan dan penentuan penerima dilakukan secara transparan melalui musyawarah bersama perangkat desa dan perwakilan warga. Setiap dusun memperoleh jumlah bantuan yang disesuaikan dengan jumlah petani aktif dan kebutuhan setempat. Pendekatan ini disambut positif oleh warga, yang merasakan langsung manfaat dari kebijakan pemerintah desa.

Di lapangan, alat bantu yang dikenal dengan istilah “kereta sorong” ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan petani. Fungsinya tidak terbatas untuk membawa hasil panen seperti kelapa sawit, kakao, maupun tanaman hortikultura lain, namun juga untuk mengangkut pupuk, bibit, hingga material bangunan. Bagi banyak warga, bantuan ini menjadi solusi yang telah lama dinanti. Salmah, seorang petani kopi di Dusun Suka Jaya, menuturkan bahwa selama ini ia kerap kali harus membayar buruh angkut setiap hendak membawa hasil panen ke tepi jalan. Dengan adanya kereta sorong, kini ia bisa menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses pemindahan barang.

Program ini tidak sekadar soal membantu aktivitas pertanian; lebih jauh, langkah tersebut menjadi stimulus bagi aktivitas gotong royong dan pembangunan infrastruktur desa. Kereta sorong sangat membantu warga saat kegiatan memperbaiki jalan setapak, membangun saluran air, atau membersihkan lingkungan sekitar. Dalam praktiknya, alat ini juga sering dipinjamkan antarwarga, mempererat solidaritas sosial yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan desa.

Kepala Desa Likat, Jefri, menekankan bahwa pemanfaatan Dana Desa harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti tren atau proyek seremonial. Dalam kebijakannya, ia lebih memilih program yang mudah diukur dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal tersebut, menurutnya, menjadi tolok ukur efektivitas pengelolaan anggaran pemerintah desa. “Kita ingin setiap rupiah yang dikelola pemerintah desa benar-benar kembali untuk rakyat, memudahkan urusan harian mereka, dan mendorong peningkatan ekonomi keluarga,” ujar Jefri saat ditemui di sela kegiatan penyerahan bantuan.

Langkah Pemerintah Desa Likat pun mendapat apresiasi dari banyak pihak. Para tokoh masyarakat memuji keterbukaan dan transparansi yang ditunjukkan pemerintah desa dalam pelaksanaan program ini. Tidak sedikit pula yang berharap agar pola penyaluran bantuan berbasis kebutuhan pokok dan hasil musyawarah bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Aceh Tenggara. Penguatan sektor pertanian, sebagaimana terjadi di Likat, diyakini menjadi kunci ketahanan ekonomi desa, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

Di balik program sederhana ini, tersimpan harapan besar bagi masa depan petani di Desa Likat. Kereta sorong yang kini menggantikan alat pikul tradisional telah menumbuhkan optimisme di tengah warga. Aktivitas pertanian tidak lagi menjadi beban berat, tetapi semakin efisien dan menjanjikan hasil lebih baik. Pemerintah desa meyakini, peningkatan produktivitas pertanian otomatis akan berdampak pada kenaikan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa yang dikelola dengan bijaksana terbukti mampu menjadi instrumen perubahan nyata bagi kehidupan di desa, asalkan program yang dirancang tetap berpijak pada kebutuhan dan aspirasi rakyat. Desa Likat pun perlahan menapaki jalur modernisasi, tanpa kehilangan semangat gotong royong yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Ada Apa dengan Kematian Cepat Ishak Alias Ical Setelah Diamankan Tim Gabungan Lapas dan Polres, Standar Penanganan Medisnya Dipertanyakan
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Aceh Tenggara Sentuh Hati Penghuni Rutan Lewat Siraman Rohani
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu
Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Sambangi Masyarakat Desa Pulonas
HUT Golkar ke-62, Ketua DPD II Aceh Tenggara Sebut, Golkar Harus Dirasakan Masyarakat
Kapolres Aceh Tenggara diwakili oleh Wakapolres Bersama Forkopimda Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PGRI Periode 2024–2029
BUPATI ACEH TENGGARA LANTIK 16 KETUA CABANG PGRI PERIODE 2024–2029, DORONG PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Doni Pa’cek (MPC) PP Tewas Ditembak Ditempat Di Tanjung Morawa Istri Korban Minta Polisi Segera Bertindak Dan Pelaku Dihukum Setimpal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Response Cepat Aduan Masyarakat: Kapolresta Deli Serdang Tingkatkan Patroli Pasca Sikat Aksi Balap Liar di Jalur Bandara Kualanamu kecamatan batang kuis.

Senin, 28 September 2026 - 18:18 WIB

Melodi Azan Merdu M. Atta, Murid Bidayatul Hidayah Deli Serdang, Pikat Perhatian Tokoh masyarakat dan Media

Senin, 28 September 2026 - 18:16 WIB

Yayasan Bidayatul Hidayah Komitmen Cetak Generasi Qur’ani: Rutinitas Praktik Sholat Murid Kelas 4, 5, dan 6 Jadi Teladan

Kamis, 24 September 2026 - 18:31 WIB

Yonif TP 852/ABY Bersama Puskesmas Batang Kuis Wujudkan Generasi Sehat

Selasa, 22 September 2026 - 19:32 WIB

Satukan Langkah, Eratkan Kebersamaan untuk Negeri, Yonif TP 852/ABY Bersama Insan Pers

Senin, 21 September 2026 - 21:38 WIB

Gawat! Janji Tinggal Janji, Jalan Rusak Parah di Dusun 5 Lorong Pertiwi Desa Kolam Tak Kunjung Diperbaiki Sejak 2020 Hingga 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Karang Taruna Buntu Bedimbar Jadi yang Terdepan untuk Penggerak Gebyar AKBAR HUT RI ke 81

Berita Terbaru