
CIMENYAN,ANALISANEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bambu Sedunia, komunitas Disaster Response Little Project (DRLP) bersama Kampung Bamboo Konservasi menggelar Jambore Relawan Kebencanaan 2026 se-Jawa Barat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 11–13 September 2026 di Kampung Bamboo, Jl. Padasuka Atas http://No.KM.4, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Mengusung tema “Jadilah Relawan Milenial Yang Berilmu dan Tangguh” jambore ini menjadi wadah pembekalan, silaturahmi, dan peningkatan kapasitas para relawan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Beberapa peserta bahkan hadir dari luar provinsi, salah satunya dari Palembang.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat,Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.Hadir pula tamu undangan dari Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung, BPBD Kota Bandung, BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kota Cimahi, Damkar dan Penyelamatan Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Forum Posgab, Vertical Rescue, Kwarda Jabar, Bah Soma, serta tokoh budaya seperti Abah Alam dan Aditya selaku Ketua Umum Bogalakon juga tokoh masyarakat setempat.
Ketua Umum DRLP, Raden Rizki Rukhiyat, menegaskan bahwa tujuan utama jambore ini adalah mencetak relawan yang tidak hanya hadir di lokasi bencana, tetapi memiliki ilmu, stamina, dan profesionalitas.

“Semoga jambore ini melahirkan calon-calon relawan masa depan yang tangguh, berilmu, tanggung jawab, dan inovatif. Relawan harus berakhlak, bisa kolaborasi, taat aturan, dan mengikuti SOP. Menjadi relawan itu tidak mudah karena harus didukung stamina, ilmu, dan perlengkapan. Kita ingin melahirkan relawan yang bisa bekerja, bukan relawan yang justru merepotkan di lokasi bencana,” ujar Rizki.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Persiapannya kurang lebih 3 bulan. Terima kasih kepada seluruh pendukung dan panitia yang telah bekerja keras hingga kegiatan ini terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Jambore, Ade Kumbang, menjelaskan kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar relawan se-Jawa Barat dan menambah wawasan kebencanaan.
“Harapan kami para relawan ini siap ketika berada di bencana. Siap selamat, siap fisik, dan siap ilmu. Jadi sudah paham apa yang harus dilakukan ketika di kebencanaan, bukan malah bikin repot relawan lain,” jelas Ade Kumbang

Jambore ditutup oleh Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M. Dengan berakhirnya kegiatan ini, DRLP berharap semangat dan ilmu yang didapat para relawan terus diimplementasikan, karena tugas kemanusiaan tidak berhenti setelah jambore selesai.
*(Ipung)*


































