Kutacane – Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VIII Aceh Unit IX Aceh Tenggara, Edi Susanto, berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh memprioritaskan rehabilitasi kantor serta pengadaan sepeda motor trail guna mendukung patroli, perlindungan, dan pengamanan kawasan hutan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Harapan tersebut disampaikan Edi saat ditemui Ketua DPD LSM WGAB Provinsi Aceh dan Media Analisa News di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, UPTD KPH Wilayah VIII berkedudukan di Kabupaten Gayo Lues, sedangkan Unit IX Aceh Tenggara bertugas mengelola kawasan hutan di Kabupaten Aceh Tenggara. Seluruh kebutuhan operasional maupun sarana dan prasarana Unit IX diajukan melalui UPTD KPH Wilayah VIII karena tidak mengelola anggaran secara langsung.
”Seluruh kebutuhan operasional maupun sarana pendukung kami diajukan melalui KPH Wilayah VIII untuk diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh,” ujar Edi.
Menurutnya, rehabilitasi kantor menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi bangunan mulai mengalami kerusakan. Saat hujan deras, air kerap masuk hingga menggenangi sebagian ruangan dan mengganggu aktivitas pelayanan serta administrasi.
Selain itu, Edi juga mengusulkan pengadaan sepeda motor trail sebagai kendaraan operasional Polisi Kehutanan (Polhut). Mengingat luasnya kawasan hutan di Aceh Tenggara dengan medan yang berat, kendaraan tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung patroli dan pengawasan di lapangan.
”Motor trail sangat kami butuhkan karena tidak semua kawasan hutan dapat dijangkau kendaraan biasa. Dengan kendaraan yang memadai, pengawasan akan lebih efektif,” katanya.
Ketua DPD LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Aceh, Samsul Bahri, mendukung usulan tersebut. Menurutnya, rehabilitasi kantor dan penyediaan kendaraan operasional merupakan kebutuhan nyata agar petugas dapat menjalankan tugas perlindungan hutan secara maksimal.
Ia berharap Pemerintah Aceh melalui DLHK Aceh dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut, mengingat kelestarian hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah bencana, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menutup keterangannya, Edi berharap usulan rehabilitasi kantor dan pengadaan motor trail dapat menjadi prioritas Pemerintah Aceh sehingga pelayanan, perlindungan, dan pengawasan kawasan hutan di Aceh Tenggara semakin optimal.
”Kami optimistis dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kinerja pengelolaan dan pengamanan kawasan hutan di Aceh Tenggara akan semakin baik,” tutup Edi Susanto.
( Akbar )

































