Kutacane – Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara sangat terbuka terhadap kritikan dengan tujuan untuk membangun daerah.
Hal itu disampaikannya saat silaturahmi bersama insan pers di Oproom Setdakab setempat, Senin (25/052026). Dimana, pertemuan tersebut membahas pembangunan daerah, pelayanan publik, hingga penguatan kemitraan antara pemerintah dan media.
Sebab, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang objektif, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Etika sangat penting dalam jurnalisme. Wartawan harus objektif, akurat dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. Boleh berbeda pendapat tetapi tujuan kita sama yaitu untuk membangun daerah,” kata Salim Fakhry.
Ia menyebutkan, kritik yang konstruktif merupakan bagian penting dari kontrol sosial demi perbaikan tata kelola pemerintahan di Aceh Tenggara.
“Demi Tuhan saya tidak anti kritikan. Kritik itu penting untuk membangun daerah ini agar lebih baik ke depan. Kami sebagai bupati juga menyadari masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Salim Fakhry juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak menghindari konfirmasi wartawan dan tetap menjaga keterbukaan informasi publik.
“Kepada OPD jangan takut angkat telepon dari wartawan, jawab saja apabila wartawan meminta konfirmasi. Kita ingin membangun Aceh Tenggara bersama-sama. Keterbukaan informasi adalah kunci pemerintahan yang bersih,” katanya.
Selain membahas keterbukaan informasi, pertemuan itu juga menyinggung peningkatan kapasitas wartawan di Aceh Tenggara. Pemkab Aceh Tenggara menyatakan siap mendukung pelaksanaan pelatihan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan UKW pada tahun mendatang.
“Insya Allah akan kita buat anggarannya di 2027 untuk meningkatkan kualitas jurnalis dengan melaksanakan kegiatan pelatihan Pra-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan UKW,” tutupnya.





























