ANALISANEWS||Bandung, 3 Mei 2026 – Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung yang biasanya tegang oleh raungan sirene, mendadak riuh oleh gelak tawa dan antusiasme puluhan pemuda pada Sabtu (2/5) pagi. Mengusung tajuk “Siaga Rumah Aman 2026”, organisasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Barat menggelar kunjungan edukatif untuk membekali masyarakat dan generasi muda dengan keterampilan menghadapi ancaman api.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota INTI dari berbagai wilayah di Jawa Barat, berkolaborasi dengan anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMK 2 Bandung. Kehadiran para pelajar berseragam putih dengan dasi kuning ini menambah energi pada acara yang bertujuan mengubah paradigma masyarakat: bahwa mencegah kebakaran jauh lebih krusial daripada memadamkannya.
L
Pencegahan sebagai Investasi Keselamatan
Ketua INTI Jawa Barat, Leon ? adalah kunci utama dalam menekan angka bencana kebakaran di hunian.
“Edukasi ini adalah bagian dari program kami untuk dekat dengan masyarakat. Setiap warga negara harus mengerti tentang bahaya kebakaran dan bagaimana cara mencegahnya. Mencegah itu jauh lebih baik daripada memadamkan,) Leon saat membuka acara secara resmi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran tokoh penting organisasi, di antaranya P. Lindawaty S. Sewu (PINTI Jabar), Herman Setiawan (GEMA INTI Jabar), dan Fam Kiun Fat (Ketua INTI Kota Bandung), yang menunjukkan sinergi lintas generasi dalam misi kemanusiaan ini.
Simulasi Realistis: Menaklukkan Kepanikan
Sesi yang paling menarik perhatian terjadi saat simulasi penanganan kebocoran gas yang dipandu oleh Raden Rizky Rukhiyat, anggota Diskar PB Kota Bandung sekaligus Ketua Umum Rescue DRP Little Project. Di tengah aula, instruktur mempraktikkan cara menangani lidah api yang muncul dari tabung gas dengan tenang.
Satu per satu peserta, mulai dari ibu-ibu anggota PINTI hingga siswa SMK, diajak untuk mempraktikkan teknik pemadaman secara langsung. Raden Rizky menekankan bahwa kesalahan umum masyarakat saat terjadi kebocoran gas adalah kepanikan yang berlebihan.
“Semua pelayanan kami kepada masyarakat Kota Bandung ini gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun, baik itu penyelamatan maupun pemadaman. Program kami fokus pada dua pilar: pemadaman dan yang tak kalah penting adalah pencegahan,” tegas Raden Rizky.
Generasi Muda sebagai Agen Perubahan
Kemeriahan memuncak di halaman markas saat para peserta berkesempatan mencoba hose (selang) bertekanan tinggi dan menaiki truk operasional pemadam kebakaran. Bagi Herman Setiawan dari GEMA INTI Jabar, keterlibatan aktif siswa PMR SMK 2 Bandung adalah poin krusial dalam keberlanjutan edukasi ini.
“Generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran di masyarakat. Melalui keterampilan yang mereka dapatkan hari ini, mereka bisa membawa perubahan di lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” tutur Herman.

Sinergi Lintas Wilayah
Program “Siaga Rumah Aman 2026″ ini merupakan hasil kolaborasi masif antara berbagai sayap organisasi, mulai dari PINTI, GEMA INTI, INTI Kota Bandung, INTI Cimahi, hingga INTI Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, dengan dukungan penuh dari pengurus INTI Jawa Barat.
Menutup rangkaian acara, Ketua INTI Kota Bandung, Fam Kiun Fat, yang akrab disapa Akiun, memberikan refleksi singkat namun mendalam bagi seluruh peserta
.”Mari kita saling peduli terhadap lingkungan agar tetap aman dan jauh dari risiko kebakaran. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.





























