Proyek Rehabilitasi Stadion H Sahadat Kutacane Disorot, Sejumlah Fasilitas Utama Tak Tersentuh Perbaikan

ANALISA NEWS

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 17:31 WIB

50311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Proyek rehabilitasi Gedung Stadion H Sahadat Pulonas Kutacane, Aceh Tenggara, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Meski pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 419.957.000 pada tahun 2025 untuk memperbaiki stadion utama di Bumi Sepakat Segenep Tanoh Alas Metuan, hasil rehabilitasi yang tampak di lokasi dinilai jauh dari harapan. Kondisi ini terungkap dari hasil pantauan langsung di stadion pada Kamis, 16 April 2026, yang memperlihatkan masih banyak fasilitas utama yang luput dari perbaikan.

Sejumlah temuan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa bagian vital stadion masih dalam kondisi memprihatinkan. Jendela kaca depan stadion, misalnya, tidak tersentuh perbaikan. Beberapa pintu kamar di sejumlah ruangan juga tampak tidak layak pakai, bahkan kunci pintu hanya menggunakan kawat yang dililit dan ditempel dengan seng bekas. Dari tujuh pintu masuk dan keluar stadion, hanya empat pintu bagian depan yang diperbaiki, sementara tiga pintu bagian belakang dibiarkan tanpa penggantian. Kondisi tempat duduk pemain cadangan dan tim kesebelasan pun memprihatinkan karena tidak dilengkapi atap atau penutup sama sekali, sehingga tidak memberikan perlindungan dari cuaca.

Kondisi stadion yang terkesan tanpa perawatan ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, terutama mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan. Seorang rekanan yang berpengalaman dalam proyek fisik memperkirakan, jika dihitung secara fisik, nilai pekerjaan seng stadion hanya sekitar Rp 200 juta, sementara pengadaan pintu besi plat dan sejumlah pintu kayu di beberapa ruangan diperkirakan sekitar Rp 60 juta. Nilai ini dinilai jauh di bawah kontrak yang mencapai Rp 419.957.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Aceh Tenggara, Hendrik, membenarkan bahwa proyek rehabilitasi Stadion H Sahadat Kutacane dimenangkan oleh CV. Ariffatih dengan nilai kontrak sesuai pagu anggaran. Namun, rincian pekerjaan yang dilakukan tidak sepenuhnya dijelaskan secara terbuka kepada publik. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Riswandi, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan sebesar Rp 400 juta lebih difokuskan pada item-item yang dianggap paling mendesak sesuai dokumen kontrak, seperti perbaikan pintu, atap, dan kamar mandi. Ia menegaskan, dengan dana yang tersedia, hanya sebagian kecil dari kebutuhan rehabilitasi stadion yang bisa dikerjakan.

Riswandi juga menambahkan, untuk merehabilitasi seluruh bagian stadion secara menyeluruh, dibutuhkan anggaran yang jauh lebih besar, bahkan bisa mencapai Rp 4 hingga 5 miliar. Menurutnya, terdapat sekitar 30 item pekerjaan yang membutuhkan perbaikan agar stadion benar-benar layak digunakan. Terkait spesifikasi material, ia memastikan bahwa seng yang digunakan telah diukur sesuai standar, yakni dengan ketebalan 0,04 milimeter.

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat dan pemerhati pembangunan daerah. Banyak pihak menilai, dengan anggaran yang telah dikeluarkan, seharusnya perbaikan yang dilakukan bisa lebih menyentuh fasilitas utama yang sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas olahraga di stadion tersebut. Kesan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek juga menjadi catatan tersendiri, terutama terkait rincian pekerjaan yang telah dilakukan dan alasan di balik pemilihan item-item yang diperbaiki.

Stadion H Sahadat Kutacane selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga dan kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara. Kondisi fasilitas yang belum memadai tentu menjadi hambatan bagi pengembangan olahraga di daerah ini. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi ini, agar ke depan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sorotan terhadap proyek ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan transparansi dalam setiap pelaksanaan pembangunan, terutama yang menggunakan dana publik. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah-langkah perbaikan dan evaluasi yang lebih ketat, agar Stadion H Sahadat Kutacane dapat kembali menjadi fasilitas olahraga yang layak dan membanggakan bagi Aceh Tenggara. (TIM)

Berita Terkait

Dana Ketahanan Pangan Lembah Haji Diduga Menyimpang: Rp134 Juta untuk Siapa?
Peduli Korban Kebakaran, Yahdi Hasan Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Batu Bulan I
Mudahkan Urusan Rumah Tangga, ‘Maulana Laundry’ Kini Hadir di Desa Kuning 1 Bambel dengan Layanan Antar-Jemput
Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan
Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Bronjong Ketambe Terancam Berujung Proses Hukum
Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni
Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:31 WIB

Dana Ketahanan Pangan Lembah Haji Diduga Menyimpang: Rp134 Juta untuk Siapa?

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:02 WIB

Peduli Korban Kebakaran, Yahdi Hasan Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Batu Bulan I

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:39 WIB

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:47 WIB

Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:47 WIB

Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Bronjong Ketambe Terancam Berujung Proses Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:40 WIB

Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni

Senin, 6 Juli 2026 - 18:11 WIB

Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh

Senin, 6 Juli 2026 - 13:47 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terbaru