Karo,Analisanews.id – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Karmel Linggajulu menggelar kegiatan baptisan air bagi sejumlah jemaat sebagai bagian dari pembinaan iman dan kehidupan kerohanian. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat di kantin Ria Paropo,Sabtu(8/8/2026)pukul 10.00 WIB.
Baptisan air dipimpin oleh Pendeta Sulaiman Ompusunggu,S.Th.,bersama ibu Gembala serta para pelayan gereja. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk komitmen dalam menjalani kehidupan iman Kristen.
Dalam kegiatan tersebut 24 jemaat dari kaum muda yang terdiri 15 kaum muda pria dan 9 kaum muda perempuan dibabtis secara berurutan dengan mencelupkan seluruh tubuhnya kedalam air sebagai tanda pertobatan, penguburan manusia lama, dan kebangkitan bersama Yesus Kristus, sesuai teladan dalam Alkitab.
Sebelum pelaksanaan baptisan, jemaat terlebih dahulu mengikuti ibadah dan mendengarkan firman Tuhan. Dalam khotbahnya, pendeta mengutip dalam Injil Matius 28:19 yang berbunyi; Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.ia juga mengingatkan para peserta agar setelah dibaptis mereka dapat menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab, kasih, dan sesuai dengan ajaran Kristiani.
“Baptisan air adalah sebagai tanda pertobatan, pengakuan iman secara terbuka, dan lambang penyatuan diri dengan kematian serta kebangkitan Yesus Kristus untuk memulai hidup baru.Menyatakan penyesalan atas dosa.Memutuskan hubungan dengan cara hidup yang lama,ujarnya dalam khotbahnya”.
Kegiatan baptisan air tersebut juga dihadiri oleh keluarga dan jemaat gereja yang memberikan dukungan kepada para peserta. Suasana penuh sukacita terlihat setelah seluruh rangkaian baptisan selesai dilaksanakan.acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan seluruh jemaat dan anggota keluarga jemaat GPdI Karmel Linggajulu.
Melalui kegiatan ini,Gembala Pdt.Sulaiman Ompusunggu berharap para jemaat yang telah mengikuti baptisan dapat semakin bertumbuh dalam iman serta menerapkan nilai-nilai kasih dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
(Giat Ginting)

































