Ngatiyana: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Cimahi Perkuat Kolaborasi Atasi Sampah

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 22:08 WIB

50122 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAHI, Analisanews.id – Pemerintah Kota Cimahi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Senin (8/6/2026). Peringatan yang berlangsung di Lapangan Apel dan Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi menyerahkan santunan jaminan kematian kepada dua petugas penarik sampah dan satu pegawai outsourcing UPTD Pelayanan Persampahan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjaga kebersihan kota.

Selain itu, Pemerintah Kota Cimahi juga mencanangkan Tim Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Persampahan Tingkat RT atau PIC RT yang melibatkan ASN dari seluruh perangkat daerah. Tim ini akan melakukan pendampingan dan monitoring secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan door to door guna memperkuat budaya pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanatnya, Ngatiyana menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup saat ini tidak dapat dipisahkan dari persoalan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu langkah nyata yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Bekerja untuk iklim tidak cukup menjadi slogan. Kita harus mengubah cara mengelola lingkungan, mengurangi timbulan sampah, meningkatkan pemilahan dan daur ulang, serta memastikan seluruh kebijakan pembangunan memiliki perspektif keberlanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kota Cimahi saat ini menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah. Dengan produksi sampah mencapai sekitar 250 ton per hari, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber sebelum berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Kondisi ini semakin mendesak seiring rencana penghentian operasional TPA Sarimukti dalam waktu dekat. Untuk mengantisipasi dampaknya, Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat berbagai strategi pengurangan sampah secara terpadu, mulai dari mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah yang telah beroperasi, hingga memperluas edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kami membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan akademisi, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Ngatiyana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan komitmen bersama dan surat kuasa perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kota Cimahi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat edukasi, riset, inovasi teknologi, serta keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan persampahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menjelaskan bahwa salah satu program yang diperkuat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah Program Sekolah Sedekah Sampah yang merupakan bagian dari SERALIKOCI (Sekolah Ramah Lingkungan Kota Cimahi). Program tersebut melibatkan 94 sekolah di Kota Cimahi untuk mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik, kardus, dan kertas yang masih dapat didaur ulang.

Menurutnya, gerakan tersebut telah menunjukkan hasil positif. Selama pelaksanaan program sebelumnya pada bulan Ramadan, sekolah-sekolah berhasil mengumpulkan hampir empat ton sampah bernilai jual yang tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Melalui program ini kami ingin membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cimahi berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik penguatan gerakan bersama dalam mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mewujudkan Kota Cimahi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. (Ipung).

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi

Berita Terkait

Sukses Besar! Open Tournament Catur Piala Panglima TNI di Bandung Diserbu 930 Peserta
Asgar Nusantara Ngahiji – Rangka Prabu Siliwangi yang Sebenar Benarnya.
Warga Cikarang Surati Kepala Daerah, Minta Penyusunan RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Sawah dan Picu Banjir
Dimediasi BPD, Internal Panitia Pilkades Bantarjaya Kembali Solid Usai Miskomunikasi Anggaran
Ketua JMI Gobin: Dugaan Pemerasan oleh Oknum Wartawan Harus Di usut Tuntas
Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!
Diduga Gelapkan Dana Warga, Oknum Ketua RT di Sukamaju Tambelang Tak Kunjung Selesaikan Balik Nama Sertifikat dan SPPT PBB
Jambore Relawan Kebencanaan 2026: Cetak Relawan Milenial Berilmu dan Profesional

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 23:57 WIB

Tambang Ilegal Geumpang Kembali Disorot, Warganet Singgung Wakil Bupati, APW dan LLA Desak Aktor Utama Dibongkar

Selasa, 15 September 2026 - 02:17 WIB

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Diduga Tak Tersentuh Pengawasan, Alat Berat Terus Beroperasi, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46 WIB

Tambang Emas Ilegal dan Ancaman Merkuri di Geumpang Disorot, Negara Didesak Membongkar Rantai Pasok Bahan Berbahaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:27 WIB

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana Ukir Sukses HUT Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:13 WIB

Kapolda Aceh Tinjau Lahan Jagung 40 Hektare di Pidie, Serahkan Bantuan 10 Sumur Bor untuk Petani

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:42 WIB

Diduga Terorganisir, Tambang Emas Ilegal di Geumpang Pidie Operasikan 133 Alat Berat

Berita Terbaru