Mahasiswa UGL Diterjunkan ke Wilayah Terdampak Bencana, Perkuat Pemulihan dan Kemandirian Desa di Aceh Tenggara

ANALISA NEWS

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 22:49 WIB

50259 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Universitas Gunung Leuser (UGL) Aceh secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam sebuah seremoni di Gedung Serbaguna UGL, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembekalan yang telah berlangsung sejak 9 April 2026, sekaligus menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

Pada tahun ini, KKN UGL mengangkat tema “Menciptakan Masyarakat yang Mandiri Pasca Bencana Hidrometeorologi Menuju Aceh Tenggara Hebat”. Tema tersebut disusun sebagai respons atas kondisi sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya di Kecamatan Ketambe, yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kerusakan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Rektor I UGL, Bahrul Ilmi, S.I.P., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.

“KKN adalah ruang belajar sekaligus pengabdian. Mahasiswa harus mampu menjadi penghubung antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat, serta hadir sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser (YPGL), Drs. H. Jamanuddin, M.AP, turut memberikan arahan kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi mahasiswa terhadap kondisi sosial dan budaya setempat, serta mendorong kontribusi aktif dalam mendukung program kemandirian desa.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Dewan Pembina YPGL yang juga Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., didampingi Ketua Dewan Pengawas YPGL Drs. H. Syahbudin BP, M.M., beserta jajaran. Kehadiran pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap peran perguruan tinggi dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam arahannya, Bupati Aceh Tenggara menyampaikan pesan agar mahasiswa menjaga sikap dan nama baik institusi selama menjalankan tugas di lapangan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi duta kampus yang membawa nilai-nilai positif, serta meninggalkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelahnya,” kata Salim Fakhry.

Usai kegiatan pelepasan, para mahasiswa langsung diberangkatkan menuju Kecamatan Ketambe. Setibanya di lokasi, mereka diterima secara resmi di Kantor Camat Ketambe sebelum diserahkan secara administratif ke sepuluh desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi KKN.

Selama kurang lebih satu bulan ke depan, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada pemulihan pascabencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ekonomi dan sosial desa. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana sekaligus mendorong terciptanya kemandirian yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Gunung Leuser kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan. KKN tidak hanya menjadi agenda akademik tahunan, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih akibat dampak bencana.

Laporan: Edi Sahputra

Berita Terkait

Dana Ketahanan Pangan Lembah Haji Diduga Menyimpang: Rp134 Juta untuk Siapa?
Peduli Korban Kebakaran, Yahdi Hasan Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Batu Bulan I
Mudahkan Urusan Rumah Tangga, ‘Maulana Laundry’ Kini Hadir di Desa Kuning 1 Bambel dengan Layanan Antar-Jemput
Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan
Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Bronjong Ketambe Terancam Berujung Proses Hukum
Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni
Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:31 WIB

Dana Ketahanan Pangan Lembah Haji Diduga Menyimpang: Rp134 Juta untuk Siapa?

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:02 WIB

Peduli Korban Kebakaran, Yahdi Hasan Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Warga Batu Bulan I

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:39 WIB

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:47 WIB

Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:47 WIB

Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Bronjong Ketambe Terancam Berujung Proses Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:40 WIB

Laksanakan Perintah Kasad, Kodim 0108/Agara Tuntaskan Program Bedah RTLH, Danposramil Lawe Bulan Serahkan Kunci Rumah Layak Huni

Senin, 6 Juli 2026 - 18:11 WIB

Proyek Bronjong Desa Ketambe Disorot: Dugaan Mutu Material Diabaikan, Pengawasan Dipertanyakan, LSM KOREK Desak Audit Menyeluruh

Senin, 6 Juli 2026 - 13:47 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Berita Terbaru