KUTACANE | Desa Rikit Bur Satu, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan wirid akbar yang dihadiri ratusan warga dari 23 desa di kecamatan tersebut. Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan zikir bersama hingga tausiah agama yang dipandu oleh para ulama dan tokoh agama setempat.
Wirid akbar ini menjadi momentum penting bagi warga Bukit Tusam untuk mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Selain dihadiri masyarakat, acara juga mendapatkan perhatian dari pemerintah kecamatan dan desa. Camat Bukit Tusam, Syukri, SE, MM, menyatakan bahwa wirid akbar akan menjadi agenda rutin bulanan yang diselenggarakan secara bergilir di seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan masyarakat dan membangun keharmonisan sosial di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Penjabat Kepala Desa Rikit Bur Satu, Zulpandi, turut hadir sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti wirid akbar berdampak positif bagi warga, tidak hanya meningkatkan keimanan tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga desa. Menurutnya, selain menjadi wadah mendekatkan diri kepada Allah SWT, acara ini menjadi sarana efektif untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai desa sehingga tercipta kerukunan dan persatuan yang semakin kokoh.
Kegiatan wirid akbar diisi dengan pembacaan zikir bersama, doa, serta mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh pemuka agama. Para peserta mengikuti acara dengan penuh kesungguhan. Suasana religius sangat terasa dengan iringan doa yang diucapkan secara serempak. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi pengalaman dengan penduduk desa lain. Salah seorang peserta menyampaikan rasa syukurnya terkait terselenggaranya wirid akbar yang dinilai sangat bermanfaat untuk kehidupan spiritual maupun sosial.

Selain aparat pemerintah daerah dan desa, kegiatan ini juga melibatkan tokoh masyarakat, alim ulama, dan para pemuda. Kolaborasi lintas generasi ini memperlihatkan betapa tingginya perhatian seluruh elemen masyarakat terhadap kegiatan keagamaan bersama. Para pemuda pun turut berperan dalam kelancaran acara, mulai dari membantu persiapan logistik hingga pengaturan peserta di lokasi.

Dampak positif kegiatan ini dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Selain semakin mempererat tali silaturahmi, wirid akbar di Desa Rikit Bur Satu juga memunculkan kembali tradisi gotong royong dan kepedulian sosial. Warga berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut dan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan desa, baik dari sisi spiritual maupun sosial budaya.
Kegiatan wirid akbar di Desa Rikit Bur Satu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan keagamaan mampu menjadi perekat persatuan masyarakat. Langkah pemerintah kecamatan menjadikan wirid akbar sebagai agenda rutin bulanan juga diharapkan dapat mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan menjaga suasana harmonis di Kecamatan Bukit Tusam. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga membangun kehidupan sosial yang penuh kekompakan dan saling mendukung di tengah dinamika zaman.
Laporan : Edi Sahputra





























