DELI SERDANG — Keresahan warga Desa Kolam, khususnya Dusun 5 Lorong Pertiwi, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, telah mencapai puncaknya. Pasalnya, infrastruktur jalan utama di wilayah mereka mengalami kerusakan yang sangat parah dan tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Warga mendesak aparat desa dan instansi terkait untuk segera menepati janji perbaikan yang telah mangkrak selama bertahun-tahun.
Janji Manis Sejak 2020 Berujung Kekecewaan
Berdasarkan keterangan warga setempat yang diiming – iming sudah didata untuk perbaikan jalan di lorong Pertiwi ini namun sampai saat ini belum juga ada tindakan masyarakat Bertanya ada apa ini dibelakang???.

persoalan jalan rusak ini bukanlah hal baru. Janji perbaikan dari pihak berwenang sejatinya sudah didengar oleh masyarakat sejak tahun 2020. Namun, hingga tahun 2026 ini, janji tersebut dinilai hanya menjadi angin lalu tanpa ada realisasi di lapangan.
Warga menyebutkan bahwa mereka telah berulang kali melakukan konfirmasi kepada Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, yakni Ber-inisial ( K
) atau yang akrab disapa Anto. Dari hasil komunikasi tersebut, pihak Kepling menyampaikan bahwa perihal kerusakan jalan ini telah dikonfirmasi langsung kepada Kepala Desa Kolam, Bapak Jufri.

Kendati demikian, konfirmasi dan koordinasi yang berjalan di tingkat lokal tersebut seolah jalan di tempat. Tidak ada tindakan nyata berupa pengerjaan fisik di lokasi, sehingga kondisi jalan semakin membahayakan para pengendara yang melintas.
Kondisi Lapangan dan Ancaman Keselamatan Warga
Kerusakan di Lorong Pertiwi kini sudah berada pada tahap yang memprihatinkan. Badan jalan dipenuhi lubang besar dengan ceceran lumpur saat musim hujan dan debu pekat saat kemarau. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Sudah banyak pengendara roda dua, terutama ibu-ibu dan anak sekolah, yang terjatuh akibat menghindari lubang di jalan tersebut.
“Kami sudah lelah dengan janji-janji manis dari tahun 2020 sampai 2026 sekarang. Katanya mau diperbaiki, tapi buktinya sampai hari ini tidak ada tindakan apa pun dari Bapak Kepala Desa Jufri maupun perangkatnya,” ungkap salah satu perwakilan warga dengan nada geram.
Desakan Masyarakat: Memohon Perhatian Bupati Deli Serdang
Merasa aspirasi mereka di tingkat desa diabaikan, masyarakat Dusun 5 Lorong Pertiwi akhirnya memilih untuk menempuh jalur publikasi melalui media massa. Langkah ini diambil dengan harapan besar agar informasi ihwal penderitaan warga ini bisa sampai langsung ke meja Bupati Deli Serdang, Dr. Asri Ludin Tambunan.
Masyarakat mendesak Bapak Bupati Dr. Asri Ludin Tambunan untuk segera menurunkan tim peninjau ke Desa Kolam guna melihat langsung kondisi infrastruktur yang terbengkalai ini. Warga berharap kepemimpinan yang baru dapat bergerak cepat merespons keluhan di tingkat akar rumput yang selama bertahun-tahun seolah ditutup-tutupi oleh aparat desa setempat.
Warga Desa Kolam menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan atau tindakan nyata dari pemerintah kabupaten maupun desa, mereka berencana akan melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes keras atas lambatnya pelayanan publik di wilayah Percut Sei Tuan.
Berita Diterbitkan oleh: D.prayoga ( K.Kabiro )
Analisis News — Deli Serdang, 19 September 2026


































