Kutacane – Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia melakukan kunjungan ke sentra perkebunan kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai, Kabupaten Aceh Tenggara, sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas kakao yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kute Kuning 2, Zulkifli, SP, menyampaikan bahwa perkebunan kakao merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, sebagian besar tanaman kakao yang dimiliki petani saat ini merupakan tanaman hibrida dengan produktivitas yang relatif rendah sehingga membutuhkan peremajaan serta dukungan teknologi budidaya.
Sementara itu, Kepala Desa Cinta Damai, Idham Khalid, S.Pd., M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan perkebunan kakao. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting agar komoditas kakao mampu berkembang menjadi sektor unggulan yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas potensi perkebunan kakao di kedua desa mencapai sekitar 132 hektare dengan jumlah petani kakao sebanyak 211 orang. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan program input dan layanan kebun, termasuk pembentukan 12 kelompok tani guna memperkuat kelembagaan petani serta mendukung pengembangan usaha tani kakao secara berkelanjutan.
Dalam dialog bersama tim Ditjenbun Kementerian Pertanian RI, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Kebutuhan tersebut meliputi bantuan bibit kakao untuk peremajaan dan perluasan tanaman produktif, pupuk, mesin traktor untuk pengolahan lahan, mesin pengupas atau pemecah buah kakao guna mempermudah proses pascapanen, serta gunting pemangkas untuk mendukung pemeliharaan tanaman.
Para petani berharap kunjungan Ditjenbun Kementerian Pertanian RI menjadi langkah awal dalam menghadirkan dukungan nyata berupa bantuan sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan teknis sehingga kualitas dan produktivitas kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai dapat terus meningkat.
Dengan potensi lahan yang cukup luas serta jumlah petani yang mencapai ratusan orang, pengembangan komoditas kakao di kedua desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat sektor perkebunan, dan menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Aceh Tenggara.
( EDI GAYO )

































