Ditjenbun Kementan RI Tinjau Potensi Kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai

REDAKSI AGARA EDI GAYO

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:20 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia melakukan kunjungan ke sentra perkebunan kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai, Kabupaten Aceh Tenggara, sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas kakao yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kute Kuning 2, Zulkifli, SP, menyampaikan bahwa perkebunan kakao merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Namun, sebagian besar tanaman kakao yang dimiliki petani saat ini merupakan tanaman hibrida dengan produktivitas yang relatif rendah sehingga membutuhkan peremajaan serta dukungan teknologi budidaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala Desa Cinta Damai, Idham Khalid, S.Pd., M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan perkebunan kakao. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani sangat penting agar komoditas kakao mampu berkembang menjadi sektor unggulan yang memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas potensi perkebunan kakao di kedua desa mencapai sekitar 132 hektare dengan jumlah petani kakao sebanyak 211 orang. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan program input dan layanan kebun, termasuk pembentukan 12 kelompok tani guna memperkuat kelembagaan petani serta mendukung pengembangan usaha tani kakao secara berkelanjutan.

Dalam dialog bersama tim Ditjenbun Kementerian Pertanian RI, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Kebutuhan tersebut meliputi bantuan bibit kakao untuk peremajaan dan perluasan tanaman produktif, pupuk, mesin traktor untuk pengolahan lahan, mesin pengupas atau pemecah buah kakao guna mempermudah proses pascapanen, serta gunting pemangkas untuk mendukung pemeliharaan tanaman.

Para petani berharap kunjungan Ditjenbun Kementerian Pertanian RI menjadi langkah awal dalam menghadirkan dukungan nyata berupa bantuan sarana produksi, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan teknis sehingga kualitas dan produktivitas kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai dapat terus meningkat.

Dengan potensi lahan yang cukup luas serta jumlah petani yang mencapai ratusan orang, pengembangan komoditas kakao di kedua desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat sektor perkebunan, dan menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Aceh Tenggara.

( EDI GAYO )

Berita Terkait

Malam Hari, Polsek Lawe Sigala-gala Gelar Razia KRYD, Cegah Gangguan Kamtibmas
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 56 Perkara di Kejaksaan Negeri
Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional
Angin Kencang Disertai Hujan Deras, Plafon IGD RSUD Kutacane Ambruk
Kasat Binmas Aceh Tenggara menjadi Pembina Upacara, Pesan Jauhi Narkoba dan Knalpot Brong serta Siswa Bijak Bermedia Sosial
Strong Point Pagi Hari, Personel Polres Aceh Tenggara Perkuat Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan
Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Kesiapsiagaan, Hadapi Potensi Bencana dengan Respons Cepat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:05 WIB

Setoran Alat Berat Diduga Jadi Bagian Rantai Tambang Geumpang, Dugaan Kongkalikong Diminta Dibongkar Tuntas

Selasa, 22 September 2026 - 07:30 WIB

Negara Turun Menertibkan Tambang Geumpang, Tetapi Publik Menunggu Ketegasan yang Sama terhadap Pemodal dan Pengendali Operasi

Selasa, 22 September 2026 - 02:48 WIB

Penertiban Tambang Geumpang Jadi Sorotan: Warga Lokal Terdesak, Dugaan Pemodal Cina dan Asing Dipertanyakan

Selasa, 22 September 2026 - 00:18 WIB

Konflik Membara Di Peti Geumpang , DLH Pidie Klaim Cek Air & Tanah, Amat Tong Red Tantang Balik: “Bek Pegot-Pegot Abah Bagai Siuro Sepot! Itu Tambang China, Kami Warga Geumpang Dilarang Kerja

Senin, 21 September 2026 - 05:53 WIB

133 Alat Berat Disebut Masih Bergerak di Geumpang, Setelah Ultimatum 23 Juli 2026 Penertiban Kembali Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 02:41 WIB

Warganet Pertanyakan Tambang Ilegal Aceh, Penertiban Dinilai Perlu Menyasar Pemodal dan Pemilik Alat Berat

Sabtu, 19 September 2026 - 23:57 WIB

Tambang Ilegal Geumpang Kembali Disorot, Warganet Singgung Wakil Bupati, APW dan LLA Desak Aktor Utama Dibongkar

Selasa, 15 September 2026 - 02:17 WIB

Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Diduga Tak Tersentuh Pengawasan, Alat Berat Terus Beroperasi, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh

Berita Terbaru