ANALISANEWS.ID, -JAKARTA- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Jakarta berlangsung meriah dan penuh semangat solidaritas pada 1 Mei 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta diikuti oleh berbagai elemen serikat pekerja dari seluruh Indonesia.

Dalam momentum penting ini, Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) turut ambil bagian aktif. Kehadiran SBNI dipimpin oleh Ketua Umum Wagimun, SH, yang didampingi oleh Ketua SBNI Jawa Barat R. Yadi Suryadi, bersama rombongan anggota dari berbagai daerah.
Partisipasi SBNI menjadi wujud komitmen dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat persatuan gerakan buruh nasional.
Sesuai dengan keinginan presiden RI pada hari buruh 1Mei 2026
Penurunan biaya ojol dibawah 10% . Mendukung ojol lebih sejahtera.
Penurunan potongan biaya aplikasi (komisi) untuk driver ojek online (ojol) menjadi di bawah 10%, bahkan diarahkan ke angka sekitar 8% dari yang sebelumnya mencapai 20%. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026, yang menetapkan pendapatan minimal 92% untuk pengemudi.Berikut rincian kebijakan baru tersebut:Potongan Aplikator: Diturunkan dari ~20% menjadi <10% (sekitar 8%).Pendapatan Pengemudi: Minimal 92% dari total tarif yang dibayarkan konsumen.Tujuan: Memberikan keadilan bagi driver yang bekerja keras.Dasar Hukum: Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.Respons: Grab Indonesia menyatakan akan mematuhi aturan pemerintah tersebut.

Tuntutan Buruh Nasional
Dalam peringatan May Day tahun ini, sejumlah tuntutan strategis disuarakan oleh para buruh sebagai aspirasi nasional, antara lain:
- Kenaikan upah minimum yang layak sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).
- Penghapusan sistem kerja outsourcing dan kontrak berkepanjangan yang merugikan pekerja.
- Jaminan perlindungan tenaga kerja melalui penguatan BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan.
- Pengesahan regulasi yang berpihak pada buruh, termasuk revisi undang-undang yang dianggap merugikan pekerja.
- Peningkatan kesejahteraan buruh informal dan perlindungan bagi pekerja sektor non-formal.
- Penguatan dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan buruh untuk menciptakan hubungan industrial yang adil dan harmonis.
Ketua Umum SBNI menyampaikan bahwa momentum May Day bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial bagi seluruh pekerja.
Prabowo mengatakan direncanakan bahwa MBG akan di realisasikan untuk buruh maka saya mendukung sekali karena itu salah satu program pemerintah utk ikut mencerdaskan bangsa lewat makanan bergizi ungkap ketua SBNI JABAR Yadi.
“Kami berharap pemerintah dapat mendengar dan merealisasikan tuntutan buruh demi terciptanya kesejahteraan yang merata,” ujar Wagimun, SH.
Acara berlangsung dengan tertib, penuh semangat kebersamaan, serta diwarnai berbagai orasi, aksi damai, dan pertunjukan solidaritas buruh dari berbagai sektor industri.**Red





























