PEKANBARU – Suasana khidmat menyelimuti perhelatan agung yang ditaja oleh Zuriat Marhum Pekan. Acara bertajuk Khatam Al-Quran tersebut mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat Riau, Datuk Seri Muspidauan, SH., MH., serta tokoh adat, Panglima Besar Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Panglima Muhammad Nasir.
Kedua tokoh tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai upaya untuk mewujudkan generasi yang cinta dan mengamalkan Al-Quran, serta melestarikan nilai-nilai keislaman dan budaya Melayu.
Menjaga Marwah Lewat Kalam Ilahi
Dalam petuah sambutannya, Datuk Seri Muspidauan menyampaikan rasa bangga atas inisiatif Zuriat Marhum Pekan yang tetap istiqomah menjaga tradisi khatam Quran. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah benteng pertahanan moral bagi generasi muda.
“Kami menyokong penuh kegiatan ini. Ini bukti nyata kita tidak lupa akan akar budaya dan jati diri. Kita ingin…”
acara ini berlanjut terus, karena inilah wajah asli Melayu yang religius,” ujar beliau.
Hal senada juga disampaikan oleh Panglima Besar Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru, Panglima Muhammad Nasir. Dengan suara lantang namun penuh santun, beliau memberikan sokongan moril terhadap pelestarian tradisi ini. Menurut Panglima Nasir, Hulubalang siap mengawal nilai-nilai luhur yang ditanamkan melalui pendidikan Al-Quran.
Beliau menekankan bahwa kemuliaan sebuah negeri bergantung pada ketaatannya terhadap prinsip:
“Adat bersendikan Syarak, Syarak bersendikan Kitabullah.”
“Apa yang dilakukan Zuriat Marhum Pekan hari ini adalah marwah kita bersama. Kami dari Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru sangat mendukung. Jika Al-Quran sudah menjadi landasan, maka selamatlah negeri ini,” tegas Panglima Muhammad Nasir.
Setelah rangkaian prosesi khatam Quran selesai, Datuk Seri Muspidauan bersama Panglima Muhammad Nasir dan rombongan zuriat melangkahkan kaki dengan penuh takzim menuju Makam Marhum Pekan.
Di pusara pendiri kota ini, suasana berubah menjadi hening. Lantunan tahlil dan doa dipanjatkan dengan khusyuk sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan pondasi peradaban di Pekanbaru.
Momen ziarah ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan pondasi peradaban di Pekanbaru.
Momen ziarah ini menjadi simbol penting:
– Penghormatan Sejarah : Mengenang jasa Marhum Pekan bagi anak cucu.
– Refleksi Diri : Mengingatkan generasi muda akan pentingnya silsilah dan adab.
– Sinergi Tokoh: Menunjukkan kekompakan tokoh hukum, adat, dan zuriat dalam menjaga tradisi.
Ziarah ini menutup rangkaian acara dengan pesan mendalam bahwa memuliakan Al-Quran dan menghormati pendahulu adalah kekuatan utama dalam menjaga martabat Melayu di masa depan.(**ocha)

























