Kisah Pilu Bayi Penderita Jantung Bocor di Nagan Raya, Harapkan Bantuan Dermawan dan Pemerintah

ANALISA NEWS

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:51 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA – Tangis lirih seorang bayi memecah sunyi di sebuah rumah sederhana di Desa Deli Kilang, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Di usianya yang masih sangat belia, Muhammad Rafasya Afkar belum genap memahami dunia, namun ia sudah harus berjuang melawan penyakit jantung bocor yang dideritanya.

Di balik keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya, Eki Sanjaya dan Feni Sarlina, hanya bisa berharap keajaiban datang. Setiap hari mereka dibayangi kecemasan, memikirkan bagaimana cara agar sang buah hati bisa terus berobat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Feni mengungkapkan, anaknya telah mengalami penyakit bocor jantung sejak lahir. Namun, pada awalnya keluarga tidak mengetahui kondisi tersebut.

Hingga akhirnya pihak medis mengatakan jika putranya itu mengalami bocor jantung, sehingga Dokter menyarankan agar Rafasya unyuk menjalani operasi.

“Sejak keluarga mengetahui anak mengalami bocor jantung pada usia dua bulan, sampai sekarang sudah berusia 6 bulan, kami masih sering keluar masuk rumah sakit, termasuk ke Banda Aceh untuk membawanya berobat”,ungkap Feni dengan lirih.

Disisi lain, kehidupan keluarga kecil ini jauh dari kata cukup, Eki yang merupakan sang ayah hanya bekerja sebagai buruh panen di kebun milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu.

Sementara sang ibu Feni, hanya bisa merawat Rafasya di rumah, ia terus mendampingi setiap detik perjuangan anaknya melawan penyakit.

Namun, biaya yang dibutuhkan bukanlah jumlah kecil bagi keluarga ini. Dalam sekali berobat, mereka bisa menghabiskan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Biaya tersebut tidak hanya untuk tindakan medis, tetapi juga mencakup kebutuhan perjalanan serta konsumsi selama proses pengobatan. Jumlah itu menjadi beban yang sulit mereka jangkau.

Selama ini, pengobatan Rafasya selalu dibantu oleh keluarga dan kerabat terdekat. Namun, keterbatasan tersebut membuat proses pengobatan belum dapat berjalan secara maksimal.

Di tengah segala keterbatasan, keluarga ini berharap uluran tangan dari para dermawan agar Rafasya bisa segera menjalani operasi setelah hari Raya Idul Adha dan mendapatkan kesempatan hidup normal.

“Saya sebagai seorang ibu hanya ingin anak saya bisa sembuh, kami sangat berharap ada bantuan untuk keluarga kami agar proses operasi anak kami bisa dilakukan demi kesembuhannya”, harap Feni.

Kini, satu-satunya harapan tersisa adalah kepedulian dari sesama, agar langkah kecil Rafasya tidak terhenti sebelum ia benar-benar sempat merasakan dunia

Berita Terkait

Kasus BBM Bersubsidi di Nagan Raya Berkembang, Dua Operator SPBU Resmi Ditahan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:43 WIB

Pemkot Bandung Salurkan Bantuan untuk 1.832 Keluarga Rentan Pangan dan Risiko Stunting

Selasa, 8 September 2026 - 17:17 WIB

DPRD Hanya Berwenang Setujui APBD, Tak Boleh Atur Proyek – APAK Jabar

Minggu, 6 September 2026 - 18:11 WIB

KELOM Bandung Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Lomba dan Kebersamaan

Minggu, 6 September 2026 - 01:44 WIB

Irfan Lubis,SH.MH Kembali Terpilih Pimpin DPD MIO Indonesia Bogor Raya Periode 2026–2031

Minggu, 6 September 2026 - 00:49 WIB

KEPMENDAGRI yang Harus Dipatuhi ASN Kepala Daerah

Minggu, 6 September 2026 - 00:23 WIB

Momen Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikarang Selatan, Santri dan Jamaah Doakan Anggota DPRD Putri Ramadhanty Tetap Amanah

Jumat, 4 September 2026 - 19:31 WIB

Ngatiyana: Rotasi Pejabat untuk Perkuat Pelayanan Publik

Kamis, 3 September 2026 - 18:49 WIB

Wali Kota Ngatiyana Ngawangkong Bari Ngaronda di Padasuka

Berita Terbaru