Kutacane – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD I) partai Golkar Provinsi Aceh, M Salim Fakhry telah membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke X partai Golkar Aceh Tenggara, Kamis (08/10/2026).
Musda tersebut dilaksanakan menyusul berakhirnya masa jabatan ketua DPD II partai Golkar Aceh Tenggara.
Ketua DPD I partai Golkar Aceh, M Salim Fakhry mengatakan bahwa pelaksanaan Musda harus mengikuti aturan, beda pilihan dan dukungan dalam Musda itu hal biasa, tetapi jangan ada unsur dendam sesama kader.
“Beda pilihan dalam Musda hal biasa, tetapi jangan ada dendam, sebab jika ingin jadi politikus hebat hilangkan rasa dendam, iri dan kebencian,” tegasnya.
Ia menekankan, siapapun nanti yang terpilih harus menjaga kekompakan dan solidaritas partai, serta hilangkan perbedaan untuk kemajuan partai.
“Musda ini adalah ajang konsolidasi, bukan perpecahan, setelah usai perhelatan agar dirangkul kembali demi membesarkan partai Golkar,” sebutnya. (Bs)

































