Warga Cikarang Surati Kepala Daerah, Minta Penyusunan RDTR Cikarang Timur Tak Korbankan Sawah dan Picu Banjir

REDAKSI PROV. JAWA BARAT

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 10:35 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI —ANALISANEWS.ID

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Cikarang Timur oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Pemerintah daerah diminta untuk tidak terburu-buru dan gegabah dalam menetapkan zonasi wilayah agar pertumbuhan investasi tidak mengorbankan sektor pertanian dan memicu bencana banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Gunawan, seorang warga Cikarang, melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Plt. Bupati Bekasi, dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Ia mengingatkan bahwa tata ruang akan menentukan masa depan Cikarang Timur dalam jangka panjang, sehingga prosesnya harus berpijak pada fakta lapangan, bukan sekadar di atas kertas.

“Penyusunan jangan sampai dilakukan secara terburu-buru atau hanya berangkat dari data sekunder dan citra satelit tanpa melakukan verifikasi kondisi faktual di lapangan. Jangan sampai RDTR justru membuat peta mendahului fakta,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18/9/2026.

Ia mencontohkan perlunya objektivitas dalam verifikasi lahan. Wilayah yang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lama tercatat sebagai Lahan Baku Sawah (LBS) namun kini telah padat menjadi permukiman harus dinilai secara riil. Sebaliknya, lahan basah atau sawah aktif yang kini telah dikuasai pengembang tidak boleh serta-merta diubah statusnya menjadi kawasan industri atau perumahan hanya demi kepentingan bisnis.

Gunawan juga menyoroti target penyusunan RDTR Cikarang Timur yang dinilai sangat singkat. Berdasarkan informasi, proyek ini dimulai akhir Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Menurutnya, keterbatasan waktu ini jangan sampai mengorbankan kualitas substansi dokumen tata ruang.

“Lebih baik proses penyusunan dilakukan dengan data yang benar, verifikasi lapangan yang memadai, partisipasi publik yang nyata, dan kajian lingkungan yang kuat, daripada cepat selesai tetapi meninggalkan persoalan baru di kemudian hari,” tegasnya.Selain masalah akurasi data, surat terbuka tersebut mendesak pemerintah agar pelibatan masyarakat bukan sekadar formalitas atau sosialisasi saat rancangan aturan hampir selesai. Warga, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan pemerhati lingkungan harus dilibatkan sejak tahap awal inventarisasi.

Di sisi lain, ancaman banjir dan ketahanan pangan menjadi kekhawatiran utama. Konversi sawah produktif secara masif dinilai berisiko merusak daya resap air dan membebani wilayah hilir. Mengacu pada Perda Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun 2011 tentang RTRW, Cikarang Timur memang diproyeksikan sebagai salah satu pusat kegiatan lokal promosi. Namun, pengembangan tersebut diminta tetap menjaga keseimbangan ekologis.

Masyarakat berharap RDTR yang dilahirkan nantinya mampu menjadi pedoman yang akuntabelmengakomodasi investasi yang masuk tanpa harus menghilangkan ruang hidup dan sektor pertanian yang menjadi tumpuan ketahanan pangan lokal.

(Red)

Berita Terkait

Dimediasi BPD, Internal Panitia Pilkades Bantarjaya Kembali Solid Usai Miskomunikasi Anggaran
Sengkarut Pilkades Desa Bantarjaya, Bendahara Panitia Pilkades Mengundurkan Diri!
Diduga Gelapkan Dana Warga, Oknum Ketua RT di Sukamaju Tambelang Tak Kunjung Selesaikan Balik Nama Sertifikat dan SPPT PBB
Polisi Amankan Truk PT Indah Prasta di Bekasi, Perusahaan Klarifikasi Ceceran Limbah Akibat Kebocoran
Pilkades Lambangsari: Plt Kades Ajak Warga dan Calon Jaga Kondusivitas Pasca-Pengundian Nomor Urut
Momen Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikarang Selatan, Santri dan Jamaah Doakan Anggota DPRD Putri Ramadhanty Tetap Amanah
Support Pembinaan Atlet Muda, Pemkab Bekasi Sambut Positif Pembangunan GOR Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi
BRI Peduli Tambun: Sembako untuk Bekasi, Sinergi untuk Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:18 WIB

Perketat Pengamanan, Rutan I Medan Terjunkan Ratusan Personel APH Gabungan Lancarkan Razia dan Tes Urine Warga Binaan

Sabtu, 19 September 2026 - 00:20 WIB

Lahan Nameng Jadi Sorotan, PT Aplus Pacific: Selesaikan dengan Data, Bukan Framing

Jumat, 18 September 2026 - 09:46 WIB

Dinilai Tak Mampu Bangun Sinergi dengan Media, Ketua AJMI dan Pokja Media Online Minta Pangdam I/BB Evaluasi Kasi Media Online

Kamis, 17 September 2026 - 08:59 WIB

Komitmen Bersih dari Halinar, Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Penggeledahan dan Tes Urine WBP

Selasa, 15 September 2026 - 11:11 WIB

Mengetuk Pintu Rumah Warga: Aksi Nyata Mahasiswa Keperawatan Imelda Menyapa Blok 6 Helvetia

Senin, 14 September 2026 - 22:46 WIB

Umat Muslim Padati Masjid Jamik Kebun Bunga, Bukber Puasa Sunah Senin Berjalan Khidmat

Sabtu, 12 September 2026 - 22:53 WIB

Rayon Medan Denai Resmi Berganti Kepemimpinan, GM FKPPI Medan Makin Solid Kuat Militan

Jumat, 11 September 2026 - 17:33 WIB

Dipimpin Ketua Dede Lubis, PC GM FKPPI 0201 Kota Medan Ziarah dan Tabur Bunga HUT ke 48 GM FKPPI di TMP Bukit Barisan Bersama PD II

Berita Terbaru