Yahdi Hasan Masuk Tiga Besar Ketua DPRA 2026–2029, Antara Loyalitas Politik dan Ujian Legacy di Panggung Aceh

ANALISA NEWS

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 22:41 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Nama Yahdi Hasan, S.I.Kom, M.I.Kom, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini bukan sekadar sebagai Anggota DPRA tiga periode, tapi karena ia resmi masuk tiga besar kandidat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh 2026-2029.

Publik tidak terkejut. Rekam jejaknya memang panjang: dari karyawan PT. Kraf Kertas Aceh dari Tahun 1988 – 2002. Jabatan Direktur di beberapa CV di Takengon, Aceh Tengah ( CV Alas Gayo, CV Lawe MBogoh dan CV Laskar putra linge ) hingga menapaki kursi DPRA sejak 2014.
Gelar S1 dan S2 Komunikasi yang baru ia selesaikan di Tahun 2021 dan 2023 juga jadi amunisi narasi “politisi terdidik”.

Saat dikonfirmasi, Yahdi Hasan melontarkan kalimat klasik politisi: tidak berambisi, tapi siap jika diberi amanah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

_”Saya tidak berambisi menjadi Ketua DPR Aceh. Tapi kalau hal ini dipercayakan pimpinan Partai Aceh Muzakir Manaf, saya siap mengemban amanah,”_ ujarnya.

Pernyataan ini mengundang tanya, apakah ini bentuk kerendahan hati, atau strategi menunggu restu dari Pimpinan Tertinggi partai? Sebab faktanya, kunci kursi Ketua DPRA memang ada di tangan Muzakir Manaf alias Mualem dan Mendapat kan Restu dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe.

Dari lapangan, dukungan untuk Yahdi memang deras. Masyarakat wilayah tengah — Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara — terang-terangan mendesak Mualem menetapkan Yahdi. Basisnya jelas Yahdi adalah Ketua DPW Partai Aceh Aceh Tenggara 2023-2028, mantan Plt Ketua DPW 2021-2023, dan arsitek kemenangan Mualem-Dek Fad di Agara pada Pilgub 2024.

Ia juga Ketua TKD Prabowo-Gibran Agara 2024 dan Koordinator Pemenangan Mualem 2012 di wilayah tengah. Singkatnya mesin partai yang sudah teruji.

Tapi politik bukan matematika loyalitas. Masuk tiga besar bukan jaminan. Mualem dikenal punya kalkulasi sendiri. Kursi Ketua DPRA adalah alat konsolidasi, bukan hadiah pengabdian. Pertanyaannya: apakah Mualem butuh sosok “tukang” dari wilayah tengah untuk mengamankan 2029, atau lebih butuh figur yang bisa jaga Banda Aceh dan lobi Jakarta?

Yahdi bukan politisi karbitan. Lahir di Kutambaru, Lawe Bulan, 24 Maret 1969, ia merangkak dari MIN Kutambaru 1981, MtsN Kuta Cane 1984, SMA 1 Kutacane 1987. Baru umur 52 tahun ia meraih S1 Unida 2021, lalu S2 UDA Medan 2023.

Kritikus menyebut ini “ijazah politik”. Pendukung menyebutnya “semangat belajar tanpa batas usia”. Yang jelas, background komunikasinya kini jadi senjata: ia tahu cara membingkai narasi.

Di dunia usaha, ia Direktur CV Lawe Mbgoh, CV Alas Gayo, CV Argalus, total 11 tahun. Di legislatif, sudah dua periode: 2014-2019, 2019-2024, kini 2024-2029. Secara kertas, ia paling siap dari tiga nama yang beredar.

Tapi justru di situ letak kritiknya. Tiga periode di DPRA, satu periode jadi Wakil Sekretaris DPRA-Partai Aceh 2014-2021. Publik berhak bertanya: _legacy_ apa yang sudah ditinggalkan untuk Aceh Tenggara dan wilayah tengah? Program apa yang benar-benar menempel di ingatan rakyat, selain “jembatan aspirasi” yang abstrak?

Jika Mualem menunjuk Yahdi, ia mengamankan loyalis dan membayar utang politik wilayah tengah yang jadi lumbung suara. Jika tidak, Mualem harus siap dengan risiko retaknya soliditas Dapil 8.

Bagi Yahdi, ini ujian tertinggi. Siap tidak siap, sorotan kini padanya. Ketua DPRA bukan sekadar palu sidang. Ia wajah anggaran Aceh Rp17 triliun lebih. Ia penentu arah politik-birokrasi.

Publik tidak butuh Ketua DPRA yang hanya “siap kalau dipercaya”. Publik butuh yang berani ambisi untuk mengeksekusi perubahan, bukan menunggu restu.

Yahdi Hasan sudah 36 tahun bekerja sejak 1988. Tiga periode di parlemen. Tiga CV dipimpin. Dua gelar komunikasi dikantongi.

Bola ada di Mualem, Tapi sejarah akan mencatat Yahdi.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas
SMAN 1 Badar Bentuk Kelas Unggulan, Fokus Prestasi Akademik dan Sekolah Bebas Bullying
SMPN 1 Kutacane Ukir Prestasi, Dua Siswa Tembus OSN Tingkat Nasional 2026
Diharapkan Pimpin Aceh Tenggara 2029, H. Irmawan Dinilai Sosok Pengayom dan Teruji
SMK Negeri 2 Kutacane Lepas Ratusan Siswa Kelas XII Ikuti PKL di Dunia Kerja
UPTD Puskesmas Suka Makmur Gelar CKG Anak Sekolah di SMPN 5 Lawe Sigala-Gala Deteksi Dini Diperkuat, Kesehatan Pelajar Jadi Prioritas
Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian
Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:37 WIB

XTC Sexyroad Indonesia DPC Kabupaten Bekasi Gelar Aksi di Depan Pemkab, Soroti Kinerja DLH

Senin, 15 Juni 2026 - 18:02 WIB

Deklarasi ALPETARA: Stop Tawuran, Tolak Narkoba & Utamakan Pendidikan dan Prestasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:25 WIB

Prof Sutan Nasomal Minta Kemenkes Bersama Kadinkes Banten Tangerang Raya Operasi Apotek, Toko Obat, Perjualbelikan Obat Kosmetik Terlarang Tanpa Resep Dokter Menggila

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:37 WIB

Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya, Bersatu Jaga Kamtibmas

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:21 WIB

Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya: Stop Tawuran, Anarkis, Vandalisme dan Tolak Narkoba

Senin, 20 April 2026 - 02:51 WIB

Fathan Subchi: Jalin Silaturahmi, Perkuat Sinergi Melalui Halal Bihalal PDBN

Jumat, 10 April 2026 - 17:28 WIB

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:24 WIB

Catatan Akhir Sekolah Gelar Do’a Bersama Pelajar se-Bogor, Perkuat Komitmen Tolak Tawuran dan Narkoba

Berita Terbaru