Sibolga, 4 Agustus 2026 —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga menggandeng Bank BRI Cabang Sibolga untuk menghadirkan layanan transaksi keuangan non tunai bagi warga binaan melalui penggunaan kartu BRIZZI. Program ini menjadi salah satu langkah Lapas Sibolga dalam meningkatkan transparansi layanan sekaligus meminimalisir transaksi tunai dan potensi pungutan liar di lingkungan Lapas.
Sosialisasi penggunaan kartu BRIZZI dilaksanakan pada Selasa (4/8) dan diikuti warga binaan yang telah terdaftar sebagai penerima layanan. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BRI Cabang Sibolga memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan BRIZZI, mulai dari aktivasi kartu, pengisian saldo atau top up, penggunaan saldo untuk transaksi, hingga ketentuan limit saldo dan dana deposit.
Kartu BRIZZI nantinya dapat digunakan warga binaan untuk berbelanja di kantin Lapas serta mengakses layanan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi dengan keluarga. Dengan penerapan sistem ini, transaksi warga binaan dapat dilakukan secara non tunai tanpa harus menggunakan uang fisik.
Sebagai tahap awal penerapan program, Lapas Sibolga menyediakan 100 kartu BRIZZI secara gratis bagi kepala kamar dan warga binaan yang telah mendaftarkan namanya.
Untuk mendukung kemudahan pengisian saldo, Lapas Sibolga juga menyediakan kontak person atau narahubung yang dapat digunakan keluarga warga binaan untuk menyampaikan bukti top up. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempermudah keluarga dalam memenuhi kebutuhan saldo warga binaan sekaligus membantu menjaga transaksi tetap tertib dan terpantau.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, mengatakan penerapan transaksi non tunai merupakan bagian dari komitmen Lapas Sibolga untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam pelayanan.
“Kami ingin membangun sistem transaksi yang lebih tertib dan transparan. Dengan transaksi non tunai, setiap penggunaan saldo dapat lebih mudah dipantau sehingga dapat meminimalisir transaksi tunai sekaligus mencegah terjadinya pungutan liar,” ujar Tri Purnomo.
Menurut Tri, penggunaan BRIZZI untuk kebutuhan warga binaan, termasuk berbelanja di kantin dan menggunakan layanan Wartelsuspas, diharapkan dapat memberikan kemudahan sekaligus menciptakan sistem transaksi yang lebih terukur.
“Program ini bukan sekadar mengganti transaksi tunai menjadi non tunai. Kami ingin menghadirkan sistem yang memberikan kemudahan bagi warga binaan dan keluarga, tetapi tetap aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan program tersebut akan terus dievaluasi agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun keluarga.
Melalui kerja sama dengan Bank BRI Cabang Sibolga, Lapas Sibolga berharap penerapan transaksi non tunai dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola layanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel.
Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Lapas Kelas IIA Sibolga dalam menghadirkan layanan yang lebih transparan, meminimalisir transaksi tunai, serta mencegah terjadinya pungutan liar di lingkungan pemasyarakatan. (AVID/Tim Humas Lasiga).

































