Jembatan Ambruk, Negara Absen: Warga Pining Dipaksa Bertaruh Nyawa Setiap Hari

ANALISA NEWS

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 20:27 WIB

50395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, (30/03/2026) |  Kesabaran warga Pining, Kabupaten Gayo Lues, benar-benar diuji setelah berbulan-bulan menanti perbaikan Jembatan Pintu Rime yang ambruk akibat banjir bandang. Hingga kini, belum ada tanda-tanda penanganan serius dari pihak terkait, sementara akses vital lintas provinsi itu lumpuh total. Warga terpaksa menyeberangi sungai deras setiap hari, mempertaruhkan keselamatan demi kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. PT Hutama Karya yang diduga dipercaya menangani perbaikan jembatan dinilai gagal total. Tidak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI didesak turun tangan untuk meninjau ulang kinerja proyek yang dinilai lamban dan tidak transparan. Kekecewaan warga memuncak setelah peristiwa memilukan kembali terjadi: seorang pasien dari Puskesmas Pining harus dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Gayo Lues, namun karena jembatan tak kunjung diperbaiki, pasien terpaksa digotong menembus arus sungai yang deras tanpa pengaman dan tanpa kepastian selamat.

Warga menuturkan, jika sedikit saja salah pijakan, nyawa pasien bisa melayang. Situasi ini bukan lagi soal kesulitan akses, melainkan soal hidup dan mati. Setiap hari, anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga orang tua dipaksa mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyeberang. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada jalur alternatif, dan negara seolah absen di tengah ancaman nyata yang dihadapi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi, kerusakan jembatan terlihat jelas. Rangka baja terkulai, badan jembatan ambruk, dan sisa material banjir masih menumpuk tanpa penanganan. Sungai yang keruh dan deras kini menjadi satu-satunya jalur penghubung, sekaligus jebakan mematikan bagi siapa saja yang melintas. Warga menilai, kelalaian ini nyata dan tidak bisa lagi ditoleransi. Mereka dipaksa bertaruh nyawa setiap hari, sementara pihak pelaksana proyek dinilai tidak becus menjalankan tanggung jawab.

Desakan agar pemerintah pusat melalui BNPB RI segera turun tangan semakin menguat. Warga meminta evaluasi total terhadap kinerja PT Hutama Karya. Jika tidak sanggup, mereka menuntut agar pelaksana proyek diganti demi keselamatan masyarakat. Sorotan publik semakin tajam setelah pihak PT Hutama Karya memilih bungkam saat dikonfirmasi. Tidak ada klarifikasi, tidak ada transparansi, dan diamnya pihak pelaksana justru mempertegas kesan abai terhadap penderitaan warga.

Situasi ini tidak bisa lagi dianggap sebagai keterlambatan biasa. Ini adalah krisis nyata yang berpotensi menelan korban jiwa kapan saja. Setiap detik pembiaran adalah ancaman bagi keselamatan masyarakat. Warga Pining kini tidak lagi meminta janji, melainkan menuntut tindakan nyata dan keselamatan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya Jembatan Pintu Rime, tetapi juga rasa kemanusiaan dan tanggung jawab. Ketika korban benar-benar jatuh, semua pihak yang lalai akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari kegagalan yang tak terbantahkan.

Berita Terkait

Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining
Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tindaklanjuti Informasi Masyarakat, Seorang Pria Diamankan Terkait Dugaan Narkotika
Leasing di Gayo Lues Diduga Rampas Mobil Gadai Bersama Oknum TNI, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Kapolres Gayo Lues Tinjau Kesiapsiagaan Personel Polsek Blangkejeren, Administrasi hingga Kendaraan Dinas Diperiksa
Sabu 0,64 Gram Ditemukan di Bawah Kaki, Pria 35 Tahun Diamankan Satreskoba Polres Gayo Lues
​Respon Cepat Aduan Warga, Kades Bintang Meriah Bersama Pihak Kecamatan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Amankan Pria ODGJ untuk Dirujuk ke RSJ dan Program Rehabilitasi
APH Didesak Tindak Tegas Pemain Getah Ilegal di Gayo Lues, Negara Dirugikan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:03 WIB

‎Milad ke-7, Pelita Konstitusi Resmi Luncurkan Pilarsatuarah.com dan Buku Hukum Pidana Anak ‎

Sabtu, 19 September 2026 - 21:17 WIB

Dari Warung Kopi ke Posko Kesehatan: Cerita Dedi Cemot yang Makin Semangat Hidup Sehat Sejak Adanya PKL Mahasiswa Keperawatan Universitas Imelda ke Blok 6 Helvetia

Sabtu, 19 September 2026 - 09:18 WIB

Perketat Pengamanan, Rutan I Medan Terjunkan Ratusan Personel APH Gabungan Lancarkan Razia dan Tes Urine Warga Binaan

Sabtu, 19 September 2026 - 00:20 WIB

Lahan Nameng Jadi Sorotan, PT Aplus Pacific: Selesaikan dengan Data, Bukan Framing

Jumat, 18 September 2026 - 13:32 WIB

Perkuat Keamanan, Lapas Sibolga Gandeng APH Laksanakan Razia Gabungan Kamar Hunian

Jumat, 18 September 2026 - 09:46 WIB

Dinilai Tak Mampu Bangun Sinergi dengan Media, Ketua AJMI dan Pokja Media Online Minta Pangdam I/BB Evaluasi Kasi Media Online

Kamis, 17 September 2026 - 08:59 WIB

Komitmen Bersih dari Halinar, Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Penggeledahan dan Tes Urine WBP

Selasa, 15 September 2026 - 11:11 WIB

Mengetuk Pintu Rumah Warga: Aksi Nyata Mahasiswa Keperawatan Imelda Menyapa Blok 6 Helvetia

Berita Terbaru