Cimahi Perkuat Mitigasi Bencana, Luncurkan Aplikasi KANDAGA

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 19:36 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAHI, ANALISANEWS – Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi kembali menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Senin (30/03), di Aula Kecamatan Cimahi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah Kota Cimahi dalam menekan risiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas warga menghadapi potensi ancaman yang kian kompleks.

Tingginya potensi ancaman bencana di wilayah Cimahi, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, longsor, hingga gempa bumi yang dipengaruhi aktivitas Sesar Lembang, juga bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, menjadi ancaman dominan yang frekuensinya terus meningkat dan sulit diprediksi. Oleh karenanya upaya mitigasi bencana menjadi hal yang harus mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kota Cimahi.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan menyampaikan, berbagai kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi pelajaran berharga bahwa kerugian jiwa, kerusakan lingkungan, hingga dampak psikologis masyarakat sebagian besar dipicu oleh rendahnya tingkat kesiapsiagaan. Karena itu, pendekatan mitigasi tidak lagi bersifat reaktif, melainkan harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan hingga ke level komunitas terkecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menegaskan bahwa investasi pada mitigasi terbukti jauh lebih efisien dibandingkan penanganan pascabencana. “Setiap satu rupiah yang dikeluarkan untuk mitigasi dapat menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” ujarnya. Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat urgensi pengarusutamaan mitigasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ia juga menambahkan, kondisi geografis Cimahi yang berada di wilayah rawan bencana menjadikan aspek kebencanaan sebagai variabel penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk integrasi mitigasi dalam perizinan bangunan, tata ruang, hingga kebijakan infrastruktur yang berorientasi pada pengurangan risiko.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari berbagai kelurahan, termasuk unsur ketua RT dan karang taruna. Mereka dibekali pemahaman praktis mengenai langkah pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat dan setelah bencana. Materi yang disampaikan mencakup simulasi evakuasi, pengenalan tanda-tanda bencana, serta pentingnya membangun sistem peringatan dini di tingkat lingkungan.

Selain itu, peserta juga didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir, melakukan penghijauan untuk mencegah longsor, serta memastikan kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayah masing-masing. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Hingga saat ini, penanganan bencana di Cimahi dinilai menunjukkan capaian positif, terutama dalam aspek respons cepat terhadap kejadian darurat. Namun demikian, pemerintah menekankan bahwa fase pemulihan tetap membutuhkan koordinasi lintas sektor serta waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, penguatan mitigasi dinilai sebagai strategi paling efektif untuk meminimalkan dampak di masa mendatang.

Dalam kegiatan sosialisasi mitigasi bencana tersebut juga di sosialisasikan aplikasi KANDAGA (Kanal Dokumen Administrasi Terintegrasi) sebuah inovasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi dalam mitigasi bencana. KANDAGA adalah “Brankas Digital” gratis untuk setiap warga Cimahi. Melalui KANDAGA, masyarakat dapat menyimpan salinan resmi dokumen kependudukan dan pendidikan secara aman, dan memperkecil kehilangan dokumen pasca terjadinya bencana bila sewaktu waktu terjadi. Kelebihan kandaga 1) Gratis, KANDAGA dapat diakses secara gratis tanpa biaya apapun; 2) Aman, terkunci dengan sistem login dan hak akses; 3) Mitigasi, dokumen fisik boleh rusak karena bencana, tapi cadangannya tetap bisa diakses untuk pengurusan baru. **(Ipung).

Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi. 

Berita Terkait

Kemenkeu dan Pemkot Cimahi Gelar Edukasi Literasi Keuangan
Pemkot Cimahi Gagas Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dan Wisata
Ngatiyana Serahkan Sertifikat RB 2025, Diskominfo Cimahi Raih Nilai Tertinggi 91,61
Ngatiyana: Peringkat A Cimahi Techno Park Bukti Ekosistem Inovasi Cimahi Tepat Jalur
Pemkot Cimahi Perluas Layanan Kesehatan Melalui Rawat Jalan Sore
Cimahi Deklarasikan Rumah Ibadah Ramah Anak 2026
Ngatiyana: Saatnya Bekerja untuk Iklim, Cimahi Perkuat Kolaborasi Atasi Sampah
Pemkot Cimahi Kukuhkan 127 PNS Baru di Techno Park

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:49 WIB

Polsek Kubu Pantau Pertumbuhan Jagung di Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Bersama Petani

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:47 WIB

Polsek Kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Kepenghuluan Jojol Bersama Petani

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:39 WIB

KUA Dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kubu Babussalam Gandeng Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Rashdul Kiblat

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:13 WIB

Polsek Kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Pipil di Wilayah Sungai Segajah

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:10 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Asta Cita Presiden, Polsek Kubu Tanam Jagung 3 Hektar

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

JAGA KETAHANAN PANGAN, BHABINKAMTIBMAS POLSEK KUBU RUTIN MONITORING TANAMAN JAGUNG

Senin, 13 Juli 2026 - 10:57 WIB

POLSEK KUBU UNGKAP KASUS NARKOTIKA, AMANKAN DUA TERSANGKA DAN 11,19 GRAM SABU-SABU

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:11 WIB

POLSEK KUBU GELAR PATROLI KRYD DAN PEMERIKSAAN DI KEPENGHULUAN RANTAU PANJANG KIRI

Berita Terbaru