Setiap Musim Hujan, Jalan Nasional di Desa Kuning I Kembali Terendam, Warga Pertanyakan Komitmen Pemerintah Atasi Banjir Tahunan

ANALISA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 03:34 WIB

50399 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE |  Banjir kembali merendam Jalan Nasional Kutacane–Medan yang melintasi Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (2/1/2026) sore. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan air meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan. Hingga pukul 17.45 WIB, air masih menggenangi ruas jalan dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter.

Dalam pantauan di lapangan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melintasi genangan air yang cukup tinggi, menyulitkan laju kendaraan dan berisiko mogok. Beberapa warga terlihat membantu pengguna jalan yang kesulitan, sementara anak-anak berjalan menyusuri tepian jalan bersama orang tua mereka yang berupaya mencari jalan aman untuk pulang ke rumah masing-masing. Arus lalu lintas terpantau melambat, dan sebagian kendaraan dari arah Kutacane maupun Medan memilih berhenti menunggu air surut.

Fenomena banjir di Desa Kuning I bukanlah kejadian baru. Warga setempat menyebutkan bahwa genangan air di ruas jalan nasional tersebut telah menjadi langganan setiap musim hujan tiba, tak peduli besar atau kecil curah hujan. Bahkan, menurut sejumlah warga, hujan sebentar saja sudah dapat menyebabkan luapan air yang cukup mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini membuat masyarakat bertanya-tanya sampai kapan persoalan banjir musiman ini akan dibiarkan tanpa ada solusi nyata dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan saluran drainase memadai di sepanjang jalan nasional ini diduga menjadi penyebab utama terjadinya genangan, selain juga akibat luapan anak sungai di sekitar kawasan pemukiman yang tidak mampu menampung debit air hujan. Situasi semakin diperburuk dengan tidak adanya sistem peringatan dini atau infrastruktur penunjang tanggul maupun kanal pembuangan air yang andal.

Dalam keterangannya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara telah mengingatkan warga dan para pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintas, terutama dari dan menuju wilayah Medan melalui Desa Kuning I. Upaya berupa pemantauan titik banjir dan penyebaran informasi kondisi jalan secara rutin terus dilakukan, namun warga berharap adanya tindakan lebih konkret yang dapat mengatasi akar persoalan.

Beberapa warga mengungkapkan keprihatinan atas minimnya perhatian dan respons cepat dari dinas terkait, meskipun banjir seperti ini telah terjadi berulang kali setiap tahunnya. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pusat tidak hanya datang saat bencana terjadi, tetapi juga bekerja untuk pencegahan, terutama di jalur vital nasional yang menjadi akses utama antar kabupaten dan provinsi.

Dengan banjir yang terus berulang, pertanyaan pun mencuat dari masyarakat: sampai kapan kejadian serupa harus terus dialami, dan adakah langkah nyata yang tengah disiapkan oleh para pemangku kebijakan untuk menyudahi persoalan ini? Desakan untuk memperbaiki tata kelola drainase, meningkatkan pembangunan infrastruktur penunjang, serta mengedepankan keselamatan pengendara menjadi sorotan utama di tengah ketidakpastian yang terus menyelimuti setiap musim hujan datang.

Laporan Edi Sahputra

Berita Terkait

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Ironi di Desa Kuning 1 Bambel: Saat Gubernur Aceh Dituding Tak Peduli, Warga Justru Memanggil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Maranatha,, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas
Alat Berat Bantuan PRR Rusak, Bupati Aceh Tenggara Kecewa Pada Vendor
Ada Apa dengan Kematian Cepat Ishak Alias Ical Setelah Diamankan Tim Gabungan Lapas dan Polres, Standar Penanganan Medisnya Dipertanyakan
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Aceh Tenggara Sentuh Hati Penghuni Rutan Lewat Siraman Rohani
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu
Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Sambangi Masyarakat Desa Pulonas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Kemitraan Strategis Bakesbangpol dan Ormas Kota Cimahi: Perkuat Stabilitas Daerah dan Pacu Ekonomi Kreatif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Kepulauan Anambas untuk Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:12 WIB

PPWI Ogan Ilir Resmi Laporkan Dugaan Setoran Kepala Sekolah Ke Polda Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:06 WIB

APAK Kawal Ketat Program PRAKARSA Rp100 Juta per RW, Tutup Celah Korupsi!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor

Jumat, 25 September 2026 - 00:04 WIB

Kapolres Simalungun Sambangi Bupati, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pelayanan Publik

Kamis, 24 September 2026 - 23:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Pringsewu & Pemkot Tangerang Selatan Jalin Kerjasama Replikasi SISGITA

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Alat Berat Bantuan PRR Rusak, Bupati Aceh Tenggara Kecewa Pada Vendor

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:33 WIB