ANALISA NEWS | ACEH TENGGARA — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., melantik 16 Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Aceh Tenggara periode XIII tahun 2024–2029, Selasa (20/10/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi profesi guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Julkifli, S.Pd., M.Pd., Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Kepala Polres Aceh Tenggara, Kepala Kantor Kementerian Agama, Asisten III, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), para kepala bidang terkait, serta sejumlah kepala sekolah.
Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ketua cabang PGRI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan.
Menurut Bupati, PGRI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah perjuangan para guru yang memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan dan membangun masa depan bangsa.
“PGRI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah perjuangan yang berperan penting dalam menggerakkan perubahan nyata demi masa depan bangsa. Jadikan organisasi ini hidup, adaptif, dan selalu membawa manfaat konkret bagi seluruh anggotanya serta dunia pendidikan,” ujar Salim Fakhry.
Ia berharap para pengurus dapat memperkuat solidaritas, menjaga profesionalisme, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Aceh Tenggara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Julkifli, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa dunia pendidikan terus mengalami perubahan, baik dalam penerapan kurikulum maupun perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Karena itu, ia meminta pengurus PGRI yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, dan menjadi teladan bagi para guru maupun peserta didik.
“Dunia pendidikan terus berubah, mulai dari kurikulum hingga perkembangan teknologi yang kompleks. Kepada pengurus yang baru, jadilah teladan yang penuh dedikasi, terus tingkatkan kompetensi diri, serta jagalah etika profesi demi mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi,” kata Julkifli.
Dinas Dikbud Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir
Selain pelantikan pengurus PGRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara juga menunjukkan kepedulian terhadap peserta didik yang terdampak bencana banjir.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan disalurkan kepada 10 siswa sekolah dasar (SD) dan tiga siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi korban banjir.
Bantuan yang diberikan meliputi buku tulis, seragam sekolah, tas, sepatu, kaus kaki, topi, dasi, baju koko, baju gamis, serta uang tunai sebesar Rp1 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga siswa yang terdampak banjir sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan agar anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
Pelantikan 16 Ketua Pengurus Cabang PGRI dan penyaluran bantuan bagi siswa korban banjir menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi profesi guru sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di Aceh Tenggara.
ANALISA NEWS
Informasi Akurat, Tajam, dan Terpercaya

































