MEDAN —
Suasana Lingkungan VII/Blok 6, Perumnas Helvetia mendadak lebih hidup pada Selasa (15/9) pagi.
Puluhan calon perawat dari Universitas Imelda Medan mulai menyusuri Jalan Melati IV, Melati III, Melati II dan Melati I, serta Jalan Matarai 4,5,6 dan 7 pemukiman, mendatangi rumah demi rumah untuk menyapa dan memeriksa kondisi kesehatan warga setempat.
Aksi ini merupakan bagian dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kesehatan Masyarakat yang diikuti oleh 53 mahasiswa keperawatan.
Selama dua minggu ke depan, mereka tidak hanya bertugas mengecek tekanan dan gula darah warga, tetapi juga memberikan penyuluhan soal gizi seimbang serta mendampingi para lansia dan anak-anak dalam menerapkan gaya hidup bersih.
Kehadiran para mahasiswa ini mendapatkan respons hangat dari pihak setempat.
Kepala Lingkungan VII/6 Helvetia, Imam Suhadi, menyebutkan bahwa pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa dari rumah ke rumah membuat warga merasa lebih diperhatikan.
”Kehadiran 53 mahasiswa dari Universitas Imelda selama dua minggu ke depan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang sangat positif bagi warga kami di Blok 6,” tutur Imam dengan penuh harapan.
Langkah kecil para mahasiswa keperawatan ini menjadi bukti nyata bagaimana ilmu di bangku kuliah dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara akademisi dan warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.(AVID)
Versi 3: Berita Sorotan / Impact-Driven (Fokus Dampak & Kolaborasi Community Leadership)
Dukung Program Medan Sehat, Universitas Imelda dan Kepling Helvetia Gelar PKL Kesehatan
MEDAN — Kolaborasi nyata antara sektor akademisi dan pengurus lingkungan kembali terjalin di Kota Medan. Sebanyak 53 mahasiswa Keperawatan Universitas Imelda Medan diterjunkan ke Lingkungan VII/Blok 6, Perumnas Helvetia, untuk menjalankan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kesehatan Masyarakat mulai Selasa (15/9).
Selama dua pekan penuh, fokus utama kegiatan ini adalah mendorong pencegahan penyakit tidak menular dan meningkatkan kesadaran gizi melalui pelayanan medis dasar gratis. Lewat skema door-to-door, mahasiswa memberikan layanan konsultasi perawatan mandiri, edukasi kebersihan lingkungan, hingga pemeriksaan kondisi fisik warga secara berkala.
Kepala Lingkungan VII/6 Helvetia, Imam Suhadi, menyampaikan apresiasi tingginya atas inisiatif tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan yang intensif sangat dibutuhkan warga di tingkat tapak.
”Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pendekatan edukatif mereka diyakini mampu membuat warga makin peduli terhadap pola hidup sehat,” ujar Imam.
Program ini menjadi bagian integral dari upaya bersama dalam menopang agenda Pemko Medan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri secara kesehatan, sejahtera, dan tanggap terhadap risiko penyakit sejak dini.


































